Konflik Lahan Antara Kaum Adat Majosadeo Dengan Kaum Adat Datuak Marajo Di Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2009-2011

Widi, Afrizal (2018) Konflik Lahan Antara Kaum Adat Majosadeo Dengan Kaum Adat Datuak Marajo Di Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2009-2011. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
12020100 WIDI AFRIZAL ok FLip.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img]
Preview
Text (Abstrak)
abstrak.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (119kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini mendeskripsikan awal permasalahan Konflik Lahan Antara Kaum Adat Majosadeo Dengan Kaum Adat Datuak Marajo ketika keluarnya Surat Keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor 188.45/194/BUP-PASBAR/2011 tentang Pengukuhan Kelompok Tani Majosadeo Pashe II PT PMJ. Mengakibatkan terjadi pengklaiman lahan yang dilakukan Kaum Adat Majosadeo atas kepemilikan lahan perkebunan sawit ± 650 Ha Pashe II PT PMJ. Dengan keluarnya Surat Keputusan Bupati Pasaman Barat mengukuhkan kelompok Tani Majosadeo atas lahan perkebunan kelapa sawit Pashe II PT PMJ. Kaum Adat Datuak Marajo melalui Kelompok Tani Sepakat yang bernaung pada KUD Dastra tidak menerima Keputusan Bupati Pasaman Barat yang mengukuhkan kelompok Tani Majosadeo atas kepemilikan lahan kelapa sawit. Kaum Adat Datuak Marajo lalu mengambil jalur hukum untuk menyelesaikan konflik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang terjadinya konflik dan bagaimana proses penyelesaian konflik tersebut. Penelitian ini menggunakn metode penelitian sejarah melalui empat tahap. pertama Heuristik yaitu proses mencari dan mengumpulkan sumber. kedua Kritik Sumber yaitu menyeleksi sumber baik Intern maupun Ekstern. ketiga yaitu Interpretasi Yaitu menafsirkan atau memberikan makna dan tahap terakhir Historiografi yaitu penulisan kembali. Hasil penelitian ini menunjukan latar belakang terjadinya konflik diawali dengan adanya pengklaiman lahan perkebunan sawit antara Kaum Adat Majosadeo dengan Kaum Adat Datuak Marajo. Permasalahan konflik ini karena keluarnya surat keputusan Bupati Pasaman Barat tentang pengukuhan kelompok tani Majosadeo menguatkan Kaum Adat Majosadeo atas kepemilikan lahan perkebunan sawit tersebut. Adanya keberpihakan Pemerintah Daerah pada salah satu kelompok tani maka konflik tidak dapat diselesaikan. Kaum Adat Datuak Marajo merasa dirugikan oleh keputusan Bupati tersebut melakukan upaya untuk mempertahankan kepemilikan lahan Pashe II PT PMJ. Dalam proses penyelesaiannya dilakukan upaya mediasi dengan Pemerintah Daerah Pasaman Barat namun adanya keberpihakan Pemerintah Daerah kepada salah satu Kelompok tani maka konflik tersebut tidak dapat diselesaikan maka upaya selanjutnya menempuh upaya jalur hukum ke Pengadilan dan Pengadilan membatalkan Surat Keputusan Bupati Tersebut.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sejarah
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 03 Jul 2018 07:53
Last Modified: 03 Jul 2018 08:29
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/95

Actions (login required)

View Item View Item