Sistem Nilai Budaya Minangkabau dalam Novel Aku Tidak Membeli Cintamu Karya Desni Intan Suri

Rumiana, Rumiana (2015) Sistem Nilai Budaya Minangkabau dalam Novel Aku Tidak Membeli Cintamu Karya Desni Intan Suri. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
10080008 RUMIANA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text (Abstrak)
ABSTRAK (76).pdf

Download (149kB)
[img] Text (Kesimpulan)
BAB V (61).pdf

Download (165kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
KEPUSTAKAAN (47).pdf

Download (259kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh budaya Minangkabau khususnya budaya Pariaman yang membicarakan sistem perkawinan yang berbeda dengan budaya daerah lain yang ada di Minangkabau, yaitu adanya uang hilang dan uang jemputan. Novel ini menggambarkan adat Minangkabau yang diperkenalkan keluarganya membuat Suci tidak menyukai sistem adat daerah asalnya sendiri. Pengertian sistem matriarkat terletak di tangan kaum wanita Minangkabau. Padahal adat Minangkabau yang sesungguhnya bertujuan melahirkan watak Bundo Kanduang bagi wanita Minangkabau. Adapun rumusan penelitian adalah bagaimanakah sistem nilai budaya Minangkabau dalam novel ATMC karya Desni Intan Suri ditinjau dari (1) kepercayaan (2) nilai (3) norma dan sanksi (4) simbol. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang bersifat analisis isi (content analysis). Sumber data penelitian ini adalah novel ATMC karya Desni Intan Suri dengan data penelitian adalah berupa kutipan teks yaitu berbentuk kalimat atau dialog yang berkaitan dengan sistem nilai budaya Minangkabau dalam novel ATMC karya Desni Intan Suri. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem nilai budaya Minangkabau dalam novel ATMC karya Desi Intan Suri ditinjau dari (1) kepercayaan, (2) nilai (3) norma dan saksi (4) simbol. Pertama, kepercayaan dapat dilihat dari sikap orang Minang yang suka berdagang. Kedua, nilai dapat dilihat dari pepatah Minangkabu yang bunyinya usang-usang dipabaruhi, baju dipakai usang, adat dipakai baru, sakali aie gadang, sakali tapian baranjak. Ketiga, norma dan sanksi yang dapat dilihat dari sikap Suci terhadap norma di Minangkabau adat Pariaman seperti tidak boleh membedakan anak, orang Minangkabau tidak suka bertele-tele apalagi urusan adat, uang jemputan di Minangkabau yang banyak salah kaprah, laki-laki harus membeo kepada istrinya yaitu menuruti semua perkataan dari istrinya. Keempat, simbol yang dapat dilihat dari sikap-sikap Suci yang dinampakkan melalui Aluk yaitu wanita Minangkabau cenderung melihat penampilan dari laki-laki.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z004 Books. Writing. Paleography
Divisions: Program Studi > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Novi Novi Fitri Ani
Date Deposited: 29 Jul 2020 01:31
Last Modified: 29 Jul 2020 01:31
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/9071

Actions (login required)

View Item View Item