Multikulturalisme dalam Novel Edensor Karya Andrea Hirata

Refrina, Refrina (2015) Multikulturalisme dalam Novel Edensor Karya Andrea Hirata. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
ABSTRAK (65).pdf

Download (241kB)
[img] Text (Kesimpulan)
BAB V (52).pdf

Download (150kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
KEPUSTAKAAN (42).pdf

Download (121kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
10080258 REFRINA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas multikulturalisme dalam novel Edensorsebagai masalah keberagaman dan perbedaan budaya Timur dan Eropa yang masih minim dibicarakan dalam penelitian sastra. Maka masalah kebudayaan merupakan tema yang menarik untuk dianalisis dalam karya sastra karena sastra, masyarakat, dan kebudayaan merupakan suatu jalinan yang erat kaitannya dan saling mempengaruhi karena sama-sama menyentuh sisi kemanusiaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan multikulturalisme dalam novel Edensor karya Andrea Hirata. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan cara, (1) membaca dan menandai peristriwa yang ada dalam novel Edensor karya Andrea Hirata yang mengarah pada fokus penelitian, (2) studi pustaka untuk mendapatkan buku acuan atau referensi berkaitan dengankeperluan penelitian, (3) mengiventarisasi data berhubungan dengan multikulturalisme, (4) mengklasifikasikan data sesuai dengan format inventarisasi data, (5) menulis laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa bentukmultikulturalisme merupakan keragamandanperbedaan kebudayaan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme terbagi dalam beberapa bentuk. Pertama, multikulturalisme isolasionis merupakan suatu keadaan yang menerima keragaman, tetapi pada saat yang sama berusaha mempertahankan budaya mereka secara terpisah dari masyarakat umum lainnya, seperti keadaan di negara Eropa. Tempat tokoh Ikal sebagai warganegara Indonesia yang bermukim. Kedua, multikulturalisme akomodatif memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan mereka, sebaliknya kaum minoritas tidak menentang kultur dominan,seperti di belahan dunia lain orang boleh mengatakan apalah arti nama. Namun bagi orang Melayu perdalaman nama sangat penting. Ketiga, multikulturalisme kritikal / interaktif merupakan seseorang yang mengkritik keadaan budaya orang lain, sepertitikohIkal yang mengkritikkebiasaan orang Asia yang suka berbelanja barang murah. Keempat, multikulturalisme kosmopolitan menghapuskan batas-batas budaya untuk menciptakan masyarakat dimana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu, sepertitokohIkaldan Arai yang tidak terikat dengan budaya tertentu selamaber ada di Eropa.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z004 Books. Writing. Paleography
Divisions: Program Studi > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Novi Novi Fitri Ani
Date Deposited: 19 Jun 2020 07:48
Last Modified: 19 Jun 2020 07:48
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/8810

Actions (login required)

View Item View Item