Dimensi Kelas Sosial Tokoh Perempuan dalam Novel Tempurung karya Oka Rusmini

Novita, Mega Utari (2015) Dimensi Kelas Sosial Tokoh Perempuan dalam Novel Tempurung karya Oka Rusmini. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
ABSTRAK (55).pdf

Download (251kB)
[img] Text (Kesimpulan)
BAB V (45).pdf

Download (149kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
KEPUSTAKAAN (36).pdf

Download (262kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
10080158 NOVITA MEGA UTARI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dimensi kelas sosial tokoh perempuan dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi kelas sosial tokoh perempuan dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini. Pertanyaan penelitian ini yaitu apakah dimensi kelas sosial tokoh perempuan yang terdapat dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Penelitian kualitatif dan teknik analisis isi ini digunakan untuk mendeskripsikan data yang terdapat dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini. Data dalam penelitian ini berupa teks atau kutipan. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tempurung karya Oka Rusmini. Pengumpulan data dilakukan dengan langkah-langkah yakni; (1) membaca dan memahami novel, (2) mencatat tokoh dan latar terjadinya kelas sosial, dan (3) menginventarisasikan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya dimensi kelas sosial tokoh perempuan dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini. Dimensi kelas sosial tersebut meliputi, kekayaan, kekuasaan, dan prestise. Dimensi kekayaan terlihat dari kisah Bu Barla penjaga warung miskin. Kisah Sipleg yang dinikahkan pada usia 16 tahun untuk mendongkrak hidup keluarganya. Kisah Songi yang memiliki suami pemalas. Kisah Rimpig yang miskin harus rela melihat suaminya diperlakukan dengan tidak wajar. Kisah Jinnah yang harus bekerja keras untuk menghidupi anaknya. Kisah Arsiki yang berasal dari keluarga kaya yang harus bekerja sebagai SPG karena jatuh miskin. Dimensi kekuasaan terlihat dari kisah Ida Ayu (Aku) dan Jelangga seorang gadis keturunan Brahmana yang memiliki karat kebangsawanan yang tinggi. Namun, tidak lagi dihormati karena Ida Ayu menikah dengan seorang lelaki di luar kasta dan agamanya. Kisah Songi yang tidak mendapatkan perlakuan yang baik dari keluarga suaminya. Kisah Bu Barla dan Glatik yang tidak memiliki kekuasaan di kampungnya diperlakukan dengan tidak baik. kisah Rimpig yang memiliki kekuasaan di kampungnya karena dia kaya raya. Dimensi prestise terlihat dari kisah Bu Barla yang tidak mendapat prestise yang baik karena menjual bahan makanan yang tidak bagus dengan harga yang mahal. Kisah Glatik yang ayahnya hanya seorang pemelihara burung. Kisah Songi yang dari kecil sudah menjadi pelacur Kisah Sipleg seorang abdi setia di rumah Pidagda, mendapatkan prestise yang baik dari keluarga Pidagda karena mereka merasa aman dilayani oleh Sipleg.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z004 Books. Writing. Paleography
Divisions: Program Studi > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Novi Novi Fitri Ani
Date Deposited: 19 Jun 2020 03:41
Last Modified: 19 Jun 2020 03:41
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/8802

Actions (login required)

View Item View Item