Eksistensi Budaya Minangkabau Pada Masyakarat Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat Di Tengah Heterogenitas Etnik 2004-2012 (Studi Kasus: Nagari Koto Baru)

Meyfira, Wulandari (2019) Eksistensi Budaya Minangkabau Pada Masyakarat Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat Di Tengah Heterogenitas Etnik 2004-2012 (Studi Kasus: Nagari Koto Baru). Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
2. MEYFIRA WULANDARI (14020054) SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[img] Text (Abstrak)
4. MEYFIRA WULANDARI (14020054) ABSTRAK.pdf

Download (8kB)
[img] Text (Kesimpulan)
5. MEYFIRA WULANDARI (14020054) BAB PENUTUP.pdf

Download (88kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
6. MEYFIRA WULANDARI (14020054) DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (158kB)

Abstract

Skripsi ini mengkaji tentang Eksistensi Budaya Minangkabau Pada Masyakarat Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat Di Tengah Heterogenitas Etnik 2004-2012 (Studi Kasus: Nagari Koto Baru). Kekayaan akan Budaya merupakan ciri khas Bangsa Indonesia karena sejak dulu sampai sekarang kebudayaan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, ini terbukti masih banyaknya terdapat kebudayaan dari berbagai daerah yang masih dibawa sampai ketempat yang jauh dari daerah dimana mereka berasal. Di Nagari Koto Baru di huni Oleh tiga suku seperti Batak, Minang dan Jawa. Walaupun penduduk Nagari ini rata-rata pendatang tetapi Kesenian masing-masing suku masih melekat erat. Penelitian ini termasuk penelitian sejarah dengan metode penelitian yang digunakan: Pertama, Heuristik yaitu pengumpulan data untuk mendapatkan sumber yang mendukung penelitian, Kedua, Kritik Sumber Internal maupun Eksternal yaitu penulisan melakukan pengujian terhadap keaslian dan kebenaran data, Ketiga, Interpretasi yang merupakan kegiatan menafsirkan kembali data yang telah dikumpulkan dan Keempat, tahap peyajian berupa penulisan skripsi yang disebut Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Daerah Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat khususnya Nagari Koto Baru merupakan daerah rantau, etnik Minangkabau menjadi etnik pribumi yang mendiami daerah Nagari Koto Baru sedangkan etnik Jawa dan Batak datang ke Nagari Koto Baru sebagai perantau. Nagari Koto Baru memiliki masyarakat yang multietnis, kebudayaan Minangkabau tetap berkembang ditengah etnis Jawa dan Batak sehingga tercipta sebuah Akulturasi Kebudayaan yaitu percampuran kebudayan yang satu dengan kebudayaan yang lain tanpa meninggalkan kebudayaan yang lama, contohnya Kesenian Silat Tradisional dan randai. Kebudayaan Minangkabau seperti randai dan silat tradisional terus berkembang ditengah etnik Jawa dan etnik Batak, Kebudayaan Minangkabau terus berkembang di Nagari Koto Baru seperti pepatah Minang nan ndak lakang dek paneh, ndak lapuak dek hujan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > C Auxiliary sciences of history (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Novi Novi Fitri Ani
Date Deposited: 13 Feb 2020 04:13
Last Modified: 13 Feb 2020 04:13
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/8154

Actions (login required)

View Item View Item