Tradisi Bakandak Dalam Perkawinan Masyarakat Jorong Aia Tawa Utara Kenagarian Kampuang Batu Dalam Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok

Sri, Maya Sari (2015) Tradisi Bakandak Dalam Perkawinan Masyarakat Jorong Aia Tawa Utara Kenagarian Kampuang Batu Dalam Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumbar.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11070122 SRI MAYA SARI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (180kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (12kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (291kB)

Abstract

Tradisi merupakan kebiasaan turun-temurun sekelompok masyarakat berdasarkan nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa yang memiliki keanekaragaman tradisi dalam masyarakatnya yang berbeda-beda antara satu daerah dan daerah lainnya terutama dalam tradisi perkawinan, seperti tradisi bakandak yang dijalankan oleh masyarakat Jorong Aia Tawa Utara sebelum melaksanakan prosesi perkawinan. Tradisi bakandak merupakan tradisi yang dilakukan dalam rangka memberikan informasi serta meminta kesediaan induak bako (saudara perempuan ayah), sumandan (istri dari mamak dan saudara laki-laki), dan masyarakat setempat untuk menyediakan segala sesuatu yang diminta oleh keluarga yang akan melakukan perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi bakandak, dan alasan dilaksanakannya tradisi bakandak oleh masyarakat yang berada di Jorong Aia Tawa Utara Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi yang dikemukakan oleh Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara observasi nonpartisipan dan wawancara mendalam. Unit analisisnya yakni kelompok. Analisis data yang digunakan yakninya model analisis data interaktif (Milles dan Huberman). Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa 1). Proses pelaksanaan tradisi bakandak terdiri dari: a). Menentukan hari pelaksanaan tradisi bakandak, b). Menunjuk perwakilan yang akan menjalankan tradisi bakandak, c). Melaksanakan tradisi bakandak, d). Menunggu tamu saat resepsi perkawinan. 2). Alasan dilaksanakannya tradisi bakandak oleh masyarakat Jorong Aia Tawa Utara adalah sebagai berikut: a). Sudah menjadi tradisi, b). Mengandung nilai tolong-menolong, c). Mengandung nilai silaturrahmi, d). Mengandung Nilai Kebaikan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 14 Jan 2020 08:57
Last Modified: 14 Jan 2020 08:57
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/8075

Actions (login required)

View Item View Item