Konflik Batas Wilayah antara Nagari Kunangan Parit Rantang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung dengan Nagari Gunung Selasih Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya

Dinny, Wahyunungsih (2018) Konflik Batas Wilayah antara Nagari Kunangan Parit Rantang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung dengan Nagari Gunung Selasih Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (6kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Dfatar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (117kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Lengkap)
13070157 DINNY WAHYUNINGSIH ok Flip.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Konflik batas wilayah terjadi di Kabupaten Dharmasraya yaitu batas wilayah antara Nagari Gunung Selasih Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya dengan Nagari Kunangan Parit Rantang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung. Konflik terjadi sejak tahun 1992 sampai 2016, sehingga memunculkan tindakan kekerasan dari salah satu pihak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk konflik batas wilayah yang terjadi dan gambaran mediasi yang dilakukan dalam penyelesaian konflik batas wilayah antara Nagari Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung dengan Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Teori yang digunakan adalah teori mediasi. Konsep utama teori ini adalah proses interaksi antara satu pihak dengan pihak lain yang dibantu oleh pihak ketiga, sehingga pihak-pihak yang berkonflik menemukan penyelesaian yang mereka sepakati sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tipe penelitian deskriptif. Informan diambil secara purposive sampling, yaitu: 1) Masyarakat yang terlibat dalam konflik dari kedua nagari yang berfkonflik yaitu 7 orang masyarakat Nagari Gunung Selasih dan 5 orang masyarakat Nagari Kunangan Parit Rantang dan 2) Pihak yang melakukan mediasi konflik, terdiri dari tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan. Analisis data menggunakan analisis data model interaktif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk konflik batas wilayah antara Nagari Gunung Selasih dan Nagari Kunangan Parit Rantang adalah rasa tidak senang masyarakat, penolakan terhadap batas wilayah yang diusulkan oleh masyarakat Nagari Gunung Selasih dan pembakaran rumah masyarakat Nagari Gunung Selasih oleh masyarakat Nagari Kunangan Parit Rantang. Upaya yang dilakukan dalam wujud kongkirt dalam penyelesaian konflik batas wilayah antara Nagari Kunangan Parit Rantang dengan Nagari Gunung Selasih adalah pengusulan batas wilayah dan perundingan antar nagari. Usaha dalam penyelesaian batas wilayah dilakukan oleh masyarakat dan aparat pemerintah, mulai dari pemerintahan kabupaten sampai ke provinsi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HX Socialism. Communism. Anarchism
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 26 Jul 2018 02:41
Last Modified: 26 Jul 2018 02:41
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/805

Actions (login required)

View Item View Item