Fungsi Sosial Tradisi Pambakaan Dalam Upacara Kematian Di Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Sumatera Barat

Feni, Azri (2015) Fungsi Sosial Tradisi Pambakaan Dalam Upacara Kematian Di Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Sumatera Barat. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumbar.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11070183 FENI AZRI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (271kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (186kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (188kB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tradisi pambakaan yang dilakukan masyarakat dalam upacara kematian. Tradisi adalah adat kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat. Sebuah tradisi sangat penting bagi kehidupan masyarakat, karena dengan tradisi akan terlihat corak kebudayaan suatu masyarakat. Begitu juga dengan tradisi pambakaan yang ada di dalam upacara kematian masyarakat Kelurahan Batipuh Panjang. Tradisi ini sudah menjadi ciri khas dalam adat upacara kematian masyarakat Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto tangah. Tradisi pambakaan ini masih tetap dijalani oleh masyarakat dan tetap berfungsi sampai sekarang sehingga yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan tradisi pambakaan di Kelurahan Batipuh Panjang dan apa fungsi sosial tradisi pambakaan dalam upacara kematian di Kelurahan Batipuh Panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi pambakaan dan untuk mengetahui fungsi sosial tradisi pambakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsional menurut Robert K. Merton yang menyoroti tiga asumsi atau postulat yang terdapat dalam teori fungsional yang konsep utamanya adalah fungsi manifest, fungsi laten dan disfungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 18 orang. Pemilihan informan melalui purposive sampling yaitu penarikan informan yang dipilih oleh peneliti secara sengaja oleh peneliti. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi partispant, wawancara mendalam dan studi dokumen. Unit analisisnya adalah berupa kelompok yaitu masyarakat yang terlibat dalam tradisi pambakaan. Keakuratan data diuji dengan menggunakan trianggulasi data, dari data yang terkumpul dianalisis dengan model interaktif yang dikembangkan oleh Milles Huberman terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tahapan dalam pelaksanaan tradisi pambakaan ada lima tahapan. 1) mangatoan urang, 2) manyadioan, 3) mamasak, 4) manaikan urang siak dan 5) maantaan pambakaan. Fungsi sosial dari tradisi pambakaan ini adalah fungsi manifest, fungsi laten dan disfungsi. 1) Fungsi manifest sebagai penghormatan terakhir keluarga terhadap jasa-jasa orang yang meninggal selama hidupnya, 2) fungsi laten untuk mendapat pujian tau penghargaan, meningkatkan solidaritas antar masyarakat dan menjalin silahturahmi, 3) disfungsi beban bagi menantu dan mintuo.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 09 Jan 2020 09:41
Last Modified: 09 Jan 2020 09:41
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/8024

Actions (login required)

View Item View Item