Faktor Penyebab Berkurangnnya Pelaksanaan Adat Mangalap Parompa Di Desa Manegen Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara

Melinda, Amaliah (2015) Faktor Penyebab Berkurangnnya Pelaksanaan Adat Mangalap Parompa Di Desa Manegen Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumbar.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11070261 MELINDA AMALIAH.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (181kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (9kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (188kB)

Abstract

Adat adalah kebiasaan, lazim dan biasa dilaksanakan. Masyarakat suku Batak Angkola di Desa Manegen Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Provinsi Sumatera Utara mempunyai adat dalam acara penyambutan dan perayaan kelahiran seorang bayi. Adat tersebut namanya adat mangalap parompa.Adat mangalap parompa dalam upacara adat merayakan kelahiran bayi sudah biasa dilakukan dahulunya. Setiap bayi yang lahir biasanya selalu dirayakan dengan mengadakan upacara adat. Fungsinya bagi masyarakat Desa Manegen adalah untuk menyatakan kasih sayang dan kegembiraan atas lahirnya seorang anak dalam keluarga, melunasi hutang adat kakek terhadap cucunya, memperkenalkan anak yang baru lahir kepada anggota keluarga. Namun akhir-akhir ini kurang lebih mulai sekitar tahun 2000 an pelaksanaan adat mangalap parompa ini sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat Desa Manegen. Masyarakat Desa Manegen sudah sangat jarang melaksanakan adat mangalap parompa ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan berkurangnya pelaksanaan adat mangalap parompa di Desa Manegen Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Provinsi Sumatera Utara. Teori yang digunakan adalah teori perubahan sosial dari Smelser. Smelser mengatakan faktor yang menyebabkan perubahan sosial ada beberapa hal yaitu:Keadaan struktur untuk berubah, dorongan untuk berubah, mobilisasi untuk berubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 23 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Yang menjadi unit analisisnya adalah berupa kelompok. Teknik analisis data dilakukan yaitu 1). Pengumpulan data, 2). Reduksi data, 3). Penyajian data, 4). Penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyebabberkurangnya pelaksanaan adat mangalap parompa adalah:1).Faktor Ekonomi yang mana masyarakat tidak mampu melaksanakan adat mangalap parompa karena ketiadaan biaya, 2).Jarak yg jauh karena merantau, 3).Perubahan nilai dan anggapan masyarakat. Masyarakat merasa adat mangalap parompa bukanlah suatu yang perlu dilaksanakan, 4). Tidak ada sanksi. Ketidaan sanksi menyebabkan masyarakat acuh tak acuh untuk melaksanakan adat mangalap parompa dan tidak merasa takut untuk meninggalkannya

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 09 Jan 2020 02:33
Last Modified: 09 Jan 2020 02:33
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/8003

Actions (login required)

View Item View Item