Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta dalam dua Era: Orba-Reformasi (sebuah tinjauan Studi Historiografi)

Mery, Susanti (2015) Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta dalam dua Era: Orba-Reformasi (sebuah tinjauan Studi Historiografi). Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumbar.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11020049 MERY SUSANTI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (181kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (300kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (409kB)

Abstract

Skripsi ini mengkaji karya sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta melalui studi historiografi yang ditulis dalam dua era, yakni Orba- Reformasi (2000-2010) dengan fokus permasalahan (1) Bagaimana penulisan Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta dalam Historiografi Indonesia pada masa Reformasi? (2) Apa saja yang mempengaruhi pandangan para penulis karya sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949? Bertujuan untuk menggambarkan penulisan sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret dan menyebutkan apa saja yang mempengaruhi pandangan para penulis karya sejarah. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis dengan pendekatan historis dan menggunakan 4 tahap pokok dalam penulisan penelitian ini: heuristik, kritik sumber, interprestasi, serta historiografi. Kajian ini merupakan kajian historiografi maka, peneliti fokus untuk mempelajari, menganalisa karya sejarah tentang apa yang dikatakan dan siapa yang mengatakan, mengapa mereka menulis atau mengatakan tanpa mempersoalkan atau menghakimi apakah fakta-fakta yang disajikan benar atau salah dan kurang tepat. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini: penulisan sejarah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret, tepatnya pada masa Reformasi merupakan hasil karya sejarah yang bukan hanya ditulis oleh sejarawan. Namun, juga ditulis oleh siapa saja yang menjadi peminat dari sejarah tersebut. Hasil karya tersebut merupakan hasil penceritaan yang dikondisikan oleh kebudayaan, zaman, dan lingkungan sosial dari penulisnya. Narasi yang muncul adalah alternatif dari orang-orang yang pernah berada di pinggir kekuasaan dan mewakili pihak-pihak yang dibungkam di masa lalu (orba). Adanya budaya transparan (kebebasan dan keterbukaan) di reformasi membuat sejarah ditulis kembali dalam bentuk beragam versi. Ketiga karya yang muncul pada era Reformasi (2000-2010), merupakan karya-karya yang memiliki pandangan berbeda-beda dalam penulisan sejarahnya (mewakili polemik yang saat ini masih diperdebatkan; konseptor sebenarnya Peristiwa Serangan Umum 1 Maret). Keanekaragaman yang tercipta dalam penulisan sejarah bukan hanya berpijak pada dua elemen pokok: ikatan kebudayaan (cultuur bundenheid) dan jiwa zaman (zeitgeist). Namun, terjadinya perbedaan antara penulis karya sejarah disebabkan oleh para penulis karya dibentuk oleh beberapa sudut pandang dari penulis karya sejarah itu sendiri; kecenderungan pribadi (personal bias), prasangka kelompok (group prejudise), teori-teori yang saling bertentangan atas dasar penafsiran sejarah, dan adanya pandangan filsafat yang berbeda.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > C Auxiliary sciences of history (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sejarah
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 27 Dec 2019 04:58
Last Modified: 27 Dec 2019 04:58
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/7945

Actions (login required)

View Item View Item