Studi Pengembangan Industri Tenun di Desa Silungkang Tigo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto.

Miftahurrahmi, Miftahurrahmi (2015) Studi Pengembangan Industri Tenun di Desa Silungkang Tigo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Sarjana thesis, STKIP PGRI SUMATERA BARAT.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11030050 MIFTAHURRAHMI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (25MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (248kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (249kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (8kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan menganalisis data tentang: 1) Produk industri tenun, 2) Modal industri tenun, 3) Pemasaran industri tenun dan 4) Tenaga kerja industri tenun di Desa Silungkang Tigo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pemilik industri tenun Silungkang yang ada di Desa Silungkang Tigo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto yang berjumlah 21 orang. Sampel penelitian diambil secara total sampling yaitu 21 orang. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Produk industri tenun di Desa Silungkang Tigo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto, bahan baku umum dasar kain sutra, diperoleh dari daerah sendiri, mudah didapat. Alat utama menenun adalah karok, suri dan benang lungsi, merupakan alat tradisional, diperoleh dengan cara dibeli. Motif digunakan kebanyakan adalah pucuk rabung, diperoleh dari Sawahlunto dan ditentukan oleh pemilik. Jenis tenunan yang dihasilkan dan sering dibeli adalah kain songket dan dihasilan dalam 1 bulan rata-rata- 1 – 5 helai, 2) Modal industri tenun di Desa Silungkang Tigo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto, asal modal umumnya dari pinjaman bank, modal tetap yang dibutuhkan adalah antara Rp 2.500,000 – Rp 3.000,000 yang digunakan untuk pembelian bahan baku yang dasarnya benang biasa, dan pembelian alat tenun dan Rp 9.500,000 – Rp 10,000,000, digunakan untuk pembelian bahan baku yang dasarnya dari benang sutra, pembelian alat tenun dan upah tenaga kerja, 3) Pemasaran industri tenun di Desa Silungkang Tigo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto umumnya Sawahlunto dan sekitarnya, dengan cara diletakkan di toko-toko, pemasaran lancar, tidak ada kendala dengan pemasaran dan konsumen rata-rata masyarakat umum dan 4) Tenaga kerja industri tenun di Desa Silungkang Tigo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto, upah adalah tergantung permintaan tenaga kerja, pembayaran lancar, perbedaan pemberian upan tidak ada, keahlian khusus tenaga kerja ada, jumlah tenaga kerja umumnya > 20 orang, tenaga kerja yang tersedia mencukupi dan waktu untuk menghasilkan 1 helai tenun oleh tenaga kerja umumnya > 4 hari.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Geografi
Depositing User: Devi
Date Deposited: 04 Dec 2019 01:47
Last Modified: 04 Dec 2019 01:47
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/7663

Actions (login required)

View Item View Item