Representasi Peristiwa Sejarah dalam novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan

Alfi, Saputra (2015) Representasi Peristiwa Sejarah dalam novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumbar.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
10080373 ALFI SAPUTRA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text (Absrtak)
Abstrak.pdf

Download (9kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (193kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (204kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh representasi peristiwa sejarah yaitu menceritakan kembali peristiwa-peristiwa sejarah yang pernah terjadi yang tidak dapat diungkapkan oleh orang yang mengetahui sejarah tersebut maupun orang yang sempat mengalami peristiwa di dalam sejarah itu sendiri. Peristiwa sejarah tersebut diceritakan dengan sudut pandang yang berbeda oleh pihak selanjutnya. Dengan adanya representasi peristiwa sejarah, penikmat sejarah dapat mengetahui cerita yang berbeda di dalam novel tersebut yang belum sempat terungkapkan sebelumnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang bersifat analisis isi (content analysis). Objek penelitian ini adalah novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dengan fokus penelitian adalah representasi peristiwa sejarah dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan yang terdapat dalam novel ini. Peristiwa representasi dalam sejarah dapat dilihat secara mendalam dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa representasi peristiwa sejarah dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan sebagai berikut. (1) Surabaya pernah luluh lantak oleh Jepang. Hal itu terlihat bahwa surabaya semakin memburuk. Gambaran ini terlihat peristiwa di masa lampau bahwa surabaya di bom oleh pasukan Jepang. (2) Pasukan Belanda telah menyerah di Kalijati. Hingga akhirnya pasukan Belanda mengakui kehebatan Jepang. Seluruh Hindia Belanda Telah Runtuh (3) Adanya pengakuan sebagai tentara nasional, dan ada menyebut diri mereka sebagai tentara rakayat, semua bergerilya dari luar kota. (4) Semua pemberontak di tangkap hidup-hidup setelah pertempuran hebat selama satu hari satu malam. (5) Sang Shodancho, dan tampaknya akan dieksekusi secara kejam dengan tuduhan melakukan pengkhianatan pada saat pemberontakan. (6) Seseorang yang dianggap berjasa bagi negara diangkat sebagai panglima. Atas kepahlawanannya memimpin pemberontakan 14 Februari. (7) Tentara KNIL dibantu tentara Inggris tak pernah punya keberanian masuk ke dalam hutan dan memilih bertahan di kota (8) Indonesia sangat membenci PKI. PKI adalah organisasi yang pakai nama Indonesia, katanya bangga. Hindia Belanda sudah membenci PKI bahkan sebelum mereka memberontak. (9) Masyarakat Indonesia tidak percaya pada partai PKI. PKI bertemu dengan Tan Malaka di Singapura. Tan Malaka adalah orang yang paling menentang tentang ide pemberontakan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: P Language and Literature > PC Romance languages
Divisions: Program Studi > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 22 Nov 2019 01:14
Last Modified: 22 Nov 2019 01:14
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/7555

Actions (login required)

View Item View Item