Cerita Asal-Usul Tradisi Marapulai Basuntiang di Nagari Tiga Sepakat Inderapura Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan

Yeli, Yesmislastri (2015) Cerita Asal-Usul Tradisi Marapulai Basuntiang di Nagari Tiga Sepakat Inderapura Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumbar.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
10080225 YELI YESMISLASTRI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (250kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (269kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (315kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu tradisi yang unik di Nagari Tiga Sepakat Inderapura Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Dikatakan unik, karena di nagari ini marapulainya memakai suntiang ketika pesta perkawinan dilaksanakan, sedangkan di daerah lain yang ada di Minangkabau marapulainya memakai saluak/deta. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan cerita asal-usul tradisi marapulai basuntiang di Nagari Tiga Sepakat Inderapura Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Kedua, mendeskripsikan fungsi dan nilai-nilai yang terdapat pada tradisi marapulai basuntiang di Nagari Tiga Sepakat Inderapura Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara, rekaman, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mentranskripsikan data hasil rekaman ke dalam bahasa Indonesia, mendeskripsikan data sesuai dengan permasalahan penelitian, menganalisis data, membuat kesimpulan berdasarkan hasil penelitian, dan membuat laporan penelitian. Adapun teknik pengabsahan data dalam penelitian ini, yaitu menggunakan teknik triangulasi penyidik. Beberapa hasil penelitian tentang cerita asal-usul tradisi marapulai basuntiang di Nagari Tiga Sepakat Inderapura Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan, yaitu sebagai berikut. Pertama, cerita asal-usul tradisi marapulai basuntiang. Tradisi ini berawal dari penyerangan kerajaan Maja Pahit yang dipimpin oleh Adityawarman ke daerah Inderapura, masyarakat menyambut penyerangan itu dengan tarian yang ditarikan oleh anak daro, sehingga Adityawarman suka sama salah satu anak daro yang menari, dan mereka dinikahkan. Ketika pesta perkawinan Adityawarman dipakaikan suntiang sebagai penutup kepalanya. Kedua, fungsi dan nilai-nilai yang terdapat pada tradisi marapulai basuntiang di Nagari Tiga Sepakat Inderapura. Fungsi marapulai basuntiang, yaitu: (a) sebagai sistem proyeksi yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif. (b) sebagai alat pengesahan pranata dan lembaga kebudayaan. (c) sebagai alat pendidikan anak-anak. (d) sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya. Nilai-nilai yang terdapat pada cerita asal-usul tradisi marapulai basuntiang, yaitu: (a) nilai adat. (b) nilai agama. (c) nilai bertanggung jawab. (d) nilai budaya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: P Language and Literature > PC Romance languages
Divisions: Program Studi > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 19 Oct 2019 07:49
Last Modified: 19 Oct 2019 07:49
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/7515

Actions (login required)

View Item View Item