Produksi Serasah Hutan Mangrove di Korong Tanjung Nagari Gasan Gadang Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman

Rizaldi, Putra Jamal (2016) Produksi Serasah Hutan Mangrove di Korong Tanjung Nagari Gasan Gadang Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (87kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (5kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (9kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
12010105 RIZALDI PUTRA JAMAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12MB)

Abstract

Serasah mangrove berupa daun, ranting, bunga dan buah merupakan bagian terpenting dalam transfer bahan organik dari vegetasi ke dalam tanah, unsur hara yang dihasilkan dari proses dekomposisi serasah di dalam tanah sangat penting dalam pertumbuhan mangrove dan sebagai sumber detritus bagi ekosistem laut dan estuari dalam menyokong kehidupan berbagai organisme aquatik. Pada dasarnya, serasah yang dihasilkan oleh hutan mangrove antara lain mengandung N, P, dan C yang tinggi dan akan terlarut dalam air sehingga dapat menunjang proses pertumbuhan fitoplankton. Oleh karena itu, diduga terdapat hubungan yang erat antara N dan P serasah dengan N dan P yang terdapat di dalam air, produktivitas perairan dan jumlah individu fitoplankton, zooplankton dan makrozoobentos. Fitoplankton sebagai produsen utama (autotrof) diperairan menfiksasi C (karbon) lewat fotosintesis dan sekaligus menyediakan energi bagi organisme konsumen (heterotrof). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi serasah serta mengetahui kondisi fisika dan kimia hutan mangrove Gasan Gadang. Penelitian ini dilakukan di kawasan hutan mangrove Korong Tanjung Nagari Gasan Gadang Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan serasah adalah metode Litter-trap (jaring penampung serasah) berukuran 1x1 m². Serasah yang tertampung pada jaring serasah diambil setiap seminggu sekali selama 6 minggu. Hasil penelitian ini adalah rata-rata total produksi serasah berat kering masing-masing secara berurutan dari stasiun I dan stasiun II adalah sebesar 9,36 gram/m²/minggu, dan 12,70 gram/m²/minggu. Pada stasiun I rata-rata total komponen terbesar terdapat pada komponen daun sebesar 6,42 gram/m²/minggu, ranting 1,24 gram/m²/minggu, kemudian buah 1,02 gram/m²/minggu dan bunga sebesar 0,68 gram/m²/minggu. Sedangkan pada stasiun II komponen terbesar adalah daun sebesar 8,93 gram/m²/minggu, ranting 2,32 gram/m²/minggu, kemudian buah 1,03 gram/m²/minggu dan bunga sebesar 0,42 gram/m²/minggu. Pengukuran parameter lingkungan selama penelitian untuk kedua stasiun didapatkan rentangan suhu 23-27 ºC, kelembapan 69-84, pH 6,5-8,6, dan kecepatan angin 0,1-0,3 m/s.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QD Chemistry
Q Science > QK Botany
Divisions: Program Studi > Pendidikan Biologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 28 May 2019 02:33
Last Modified: 28 May 2019 02:33
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/6025

Actions (login required)

View Item View Item