Daya Hambat Ekstrak Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus

Roby, Dalinatola (2016) Daya Hambat Ekstrak Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (190kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (6kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (212kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
12010102 ROBI DALINATOLA .pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Tanaman obat bagi masyarakat Indonesia sudah dikenal sejak dahulu dan telah banyak yang dilestarikan oleh berbagai suku di Indonesia. Penggunaan tanaman obat sebagai pengobatan banyak digunakan masyarakat, selain mudah didapatkan, minim efek samping. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah Pinang (Areca catechu L.). Biji buah pinang mengandung metabolit sekunder berupa saponin, senyawa flavonoida juga mengandung, risinin dan vitamin C. Senyawa flavonoid dan saponin merupakan senyawa yang berperan sebagai antimikroba. Staphylococcus aureus adalah mikrobiota normal yang hidup pada tubuh manusia dan dalam keadaan tertentu dapat berubah sifat menjadi patogen utama. S. aureus dengan daya invasif rendah dapat menyebabkan berbagai infeksi kulit (misalnya, akne, pioderma, atau impetigo), sedangkan infeksi lokal S. aureus tampak sebagai jerawat, infeksi folikel, atau abses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak biji buah pinang terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2016 di laboratorium Mikrobiologi Universitas Negeri Padang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari enam perlakuan dan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji BNT Pada taraf α 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak biji buah pinang konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan Amoxilin 10% terhadap bakteri S. aureus dengan suspensi bakteri diperoleh rata-rata diameter zona hambat 15,5 mm, 18,5 mm, 19,87 mm, 20,7 mm, 24,5 mm dan 21,4 mm. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak biji buah pinang mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus, dengan daya hambat terbaik kosentrasi 50% dan dapat digunakan sebagai alternatif obat herbal.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QD Chemistry
Q Science > QR Microbiology
Divisions: Program Studi > Pendidikan Biologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 28 May 2019 02:27
Last Modified: 28 May 2019 02:27
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/6024

Actions (login required)

View Item View Item