Dermatoglifi Dari Berbagai Fenotipe Rambut yang Berbeda pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat

Hayatul, Azmi (2016) Dermatoglifi Dari Berbagai Fenotipe Rambut yang Berbeda pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (212kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (102kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (304kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
11010061 HAYATUL AZMI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Dermatoglifi terbentuk berdasarkan banyak gen. Pola sidik jari dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat-sifat dari fenotip seseorang. Salah satu sifat fenotip yaitu rambut manusia. Rambut juga dibentuk oleh gen yang mempengaruhi bentuknya, oleh karena itu antara dermatoglifi dan rambut memungkinkan adanya memiliki hubungan. Pengukuran morfologi manusia merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melihat keragaman genetic fenotipe rambut manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dermatoglifi ujung jari dan telapak tangan dari berbagai fenotip rambut progam studi pendidikan Biologi di kampus STKIP PGRI Sumatera Barat meliputi tipe pola sulur ujung jari, jumlah sulurpola ujung jari, frekuensi pola telapak tangan dan besar sudut atd telapak tangan. Penelitian ini menggunakan Metode yaitu metode survei deskriptif, dengan melakukan survey langsung ke lapangan pada mahasiswa pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Sampel penelitian ini berjumlah 75 orang pada masing-masing jenis rambut yaitu 25 orang rambut lurus, 25 orang rambut ikal, dan 25 orang rambut kerting. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi- Square, uji T-Student dan teknik persentase yang diolah secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe pola Loop Radial paling banyak di temukan pada masing jenis rambut, sedangkan pola Tended Arch dan Triad Arch jumlah yang paling sedikit ditemukan pada setiap jenis rambut. Rata-rata jumlah sulur dari rambut lurus, ikal dan keriting paling tinggi yaitu pada pola Spiral Whorl dan Loop Radial, sedangkan jumlah sulur paling sedikit ditemukan pada pola Double Loop. Besar sudut ATD telapak tangan berkisar antara 31̊ sampai 56̊. Pada jenis rambut lurus berkisar antara antara 39° dan 45°sudut atd kelompok rambut ikal yang paling banyak berkisar antara 40° dan 45° dan kelompok rambut keriting yang paling banyak berkisar antara 41°dan 46°. Pada jenis rambut lurus tidak ditemukan pola pada daerah Interdigital 2 (I ), pada rambut ikal tidak ditemukan pola thenar, interdigital I (I ) dan Interdigital 2 (I ) dan pada rambut yang keriting tidak terdapat pola interdigital I (I ) dan Interdigital 2 (I ).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QH Natural history > QH426 Genetics
Divisions: Program Studi > Pendidikan Biologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 24 May 2019 04:20
Last Modified: 24 May 2019 04:20
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/5947

Actions (login required)

View Item View Item