Persepsi Masyarakat Tentang Pembongkaran Kawasan Permukiman Di Sempadan Rel Kereta Api Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar.

Najmi Delpag, Yunelki (2018) Persepsi Masyarakat Tentang Pembongkaran Kawasan Permukiman Di Sempadan Rel Kereta Api Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Sarjana thesis, STKIP PGRI SUMATERA BARAT.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
14030028 NAJMI DELPAG YUNELKI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (16kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (200kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (268kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas Persepsi Masyarakat Tentang Pembongkaran Rel Kereta Api Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dilihat dari: 1) pasca pembongkaran, 2) mata pencaharian, 3) relokasi dan 4) kebijakan PT.KAI. Jenis penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan sempadan rel kereta Api Nagari Simawang, tepatnya di jorong batu limbak, piliang bendang, pincuran gadang dan ombilin. Dengan menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 116 KK. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa: 1) Persepsi masyarakat pasca pembongkaran termasuk baik dengan persentase 67,56%. Dari 99 responden mengatakan akibat dari pasca pembongkaran masyarakat merasa dirugikan dan mengaku sulit untuk mencari tempat baru untuk bermukim. Selain itu masyarakat harus kembali kekampung, tetapi jika mereka harus kembali ke kampung masyarakat mengaku tidak memiliki kegiatan yang harus di kembangkan. 2) Segi mata pencaharian termasuk baik dengan persentase 66,90%. Dari 96 responden mengatakan bahwa mata pencarian pokok masyarakat tersebut adalah berdagang di sempadan rel tersebut, dengan adanya pembongkaran tersebut mengakibatkan masyarakat sulit untuk mencari pekerjaan baru, karena lokasi tempat masyarakat berjualan tersebut merupakan lokasi yang strategis untuk berjulan. 3) Segi relokasi termasuk termasuk baik dengan persentase 71,50. Dari 106 responden mengatakan masyarakat mengaku lokasi untuk mereka berdagang merupakan lokasi yang strategis selain itu apabila harus di relokasi masyarakat menjadi sulit dan harus berpindah kepasar-pasar untuk mencari tempat baru yang berdagang. 4) Kebijakan PT.KAI termasuk termasuk baik dengan persentase 73,55. Dari 93 responden mengatakan masyarakat mengaku pembongkaran yang dilakukan oleh PT.KAI sesuai dengan kebijakan yang ada karena perumahan ini dibangun bukan pada lahan hak milik masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Geografi
Depositing User: Devi
Date Deposited: 26 Apr 2019 01:46
Last Modified: 26 Apr 2019 01:46
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/5507

Actions (login required)

View Item View Item