Eksistensi Grup Ronggiang Ranah Saiyo Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2001-2015

Monza, Putra (2018) Eksistensi Grup Ronggiang Ranah Saiyo Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2001-2015. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumbar.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
MONZA PUTRA 14020066 SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img] Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf

Download (191kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (190kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (332kB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan Eksistensi kesenian Ronggiang sebagai warisan budaya masyarakat Aur Kuning yang mulai termarginalkan oleh masyarakat pemilik nya sendiri. Ronggiang selalu tertinggal dari arus perubahan dan peradaban masyarakat global.Perkembangan kesenian Ronggiang di Aur Kuniang Pasaman terjadi sejak tahun 2001 yang berakulturasi dengan budaya minangkabau Setelah lebih kurang 15 tahun mampu membenahi diri sehingga tahun 2015 kesenian ronggiang masuk dalam daftar kegiatan pariwisata dan kebudayaan yang diperlombakan ketingkat Kabupaten. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan, menjelaskan atau memaparkan Eksistensi dan perkembangan Grup Ronggiang Ranah Saiyo di Pasaman Barat sertahal-halyang menyebabkan kesenian Ronggiang tersebut tetap eksis diera global ini. Pendekatan atau metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari 4 tahap,pertamaheuristic (pengumpulan data),kedua kritik,baikkritik ekstern maupunkritik intern,ketiga interpretasi (penafsiran sumber) dankeempat historiografi (penulisan hasil penelitian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kesenian Ronggiang Pasaman sudah ada sejak zaman colonial Belanda, (2) Kesenian ini merupakan suatu kesenian yang berisikan berbalas pantun dan tarian yang diiringi dengan alat music seperti gendang,biola, botol danj uga pengeras suara.(3) Fungsi dari Ronggiang Pasaman ini salah satunya adalah untuk menghibur masyarakat dalam acara khitanan, turun mandi serta acara pernikahan yang berbeda dengan Ronggiang yang ada di Jawa yang biasanya menggunakan sesajen ataupun ritual setiap pertunjukannya, Kesenian Ronggiangini masihtetap eksispada masyarakat karena didukung faktor internal dan eksternalnya serta dikembangkan disekolah maupun bagi masyarakat yang berminat mempelajarinya. Kesimpulan dalam penelitian iniadalah sebagai berikut keberadaan Ronggiang Ranah Saiyo tetap eksis sampai sekarang dikarenakan grup tersebut dikelola secara kekeluargaan dan mendapatkan sokongan dari masyarakat maupun pemerintah setempat dengan bukti ditampilkannya kesenian Ronggiang tersebut pada kegiatan HUT Pasaman Barat, serta dalam setiap penampilannya memiliki kreasi tersendiri sehingga masyarakat yang ikut menyaksikan setiap pertunjukannya tidak merasa bosan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sejarah
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 09 Apr 2019 10:05
Last Modified: 09 Apr 2019 10:05
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/5397

Actions (login required)

View Item View Item