Kota Sawahlunto : Dari Kota Tambang Menjadi Kota Wisata Tambang dan Pengaruhnya Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Kota Tahun 2003-2013“.

Utami Setia, Ningsih (2016) Kota Sawahlunto : Dari Kota Tambang Menjadi Kota Wisata Tambang dan Pengaruhnya Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Kota Tahun 2003-2013“. Sarjana thesis, STKIP PGRI SUMATERA BARAT.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11020093 UTAMI SETIA NINGSIH.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (261kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (182kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (173kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Bagaimana Perkembangan Kota Sawahlunto dari Kota Tambang Menjadi Kota Wisata Tambang Tahun 2003-2013 1)Bagaimana Pengaruh Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kota Sawahlunto Pasca Menjadi Kota Wisata Tambang Tahun 2003-2013. Penelitian ini termasuk penelitian sejarah. Oleh sebab itu, studi ini mengikuti metode penelitian sejarah dengan prosedur sebagai berikut : (1) Heuristik yaitu mencari dan mengumpulkan informasi yang diperoleh dari sumber primer dan sumber sekunder (2) Kritik sumber yaitu dengan melakukan pengujian terhadap keaslian dan kesahihan informasi (3) Interpretasi yaitu menafsirkan dan menghubungkan fakta-fakta yang ada (4) Penyajian hasil penelitian (Historiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan Kota Sawahlunto sebelum menjadi Kota wisata tambang ini bagaikan lahan Mati, yang hilang kejayaannya akibat penurunan dalam bidang batubara yang merupakan mata pencaharian pokok masyarakat Kota Sawahlunto dan juga sebagai PAD (pendapatan asli daerah), dengan demikian sebagain besar dari pekerja tambang banyak meninggalkan Kota Sawahlunto karena tidak ada lagi sumber penghidupan yang bisa diandalkan, dan dengan ditutupnya tambang batubara ini juga menyebabkan merosotnya perekonomian di Kota Sawahlunto, termasuk UKM (usaha kecil menegah). Keadaan demikian mendorong pemerintahan daerah untuk membangun berbagai objek wisata tambang yang dapat membawa perubahan dalam masyarakat, Adapun bentuk perubahan yang terjadi di Kota Sawahlunto setelah berdirinya berbagai objek wisata tambang yaitu nama Kota Sawahlunto tidak hanya dikenal di Sumatera Barat tapi juga Indonesia dan juga hampir Dunia karena Sawahlunto pada tahun 2012 dan 2013 didaulat menjadi tuan rumah dua event internasional yaitu TDS (tour de singkarak), the international homestay promotional fair, ASEAN workshop on cultural heritage tourism. Disamping perubahan itu juga dirasakan ditengah-tengah masyarakat yang berubah haluan yang dulunya buruh tambang sekarang menjadi pedagang, banyak jenis lapangan usaha yang dibuka yaitu seperti : Toko-toko souvenir, Hotel, Restoran, dan Homestay, dan kuliner secara otomatis dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan juga meningkatkan penghasilan masyarakat beserta pendapatan asli daerah (PAD).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Devi
Date Deposited: 28 Mar 2019 03:04
Last Modified: 28 Mar 2019 03:04
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/5280

Actions (login required)

View Item View Item