Konflik Tanah Plasma Antara Masyarakat Padang Jirat Dengan PT. Tri Sangga Guna di Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat (1998-2013).

Bambang, Kristiono (2016) Konflik Tanah Plasma Antara Masyarakat Padang Jirat Dengan PT. Tri Sangga Guna di Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat (1998-2013). Sarjana thesis, STKIP PGRI SUMATERA BARAT.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11020057 BAMBANG KRISTIONO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (255kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (189kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (332kB)

Abstract

Penyerahan tanah ulayat yang dilakukan oleh Ninik Mamak kepada PT. Tri Sangga Guna pada tahun 1989 yang di janjikan akan mendapat tanah plasma, malah berbalik menjadi konflik. Dikeluarkannya Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) oleh pemerintah pada tahun 1995 kepada PT. Tri Sangga Guna, pihak perusahaan tidak mencantumkan dalam Hak Guna Usaha (HGU) yang dimilikinya bahwa pembuatan perkebunan kelapa sawit adalah tanah Negara bukan tanah Ulayat. Pembukaan lahan perkebunan yang dilakukan oleh pihak perusahaan ternyata menyebabkan terjadinya konflik tanah antara PT. Tri Sangga Guna dengan masyarakat Padang Jirat. Permasalahannya adalah bagaimana latar belakang terjadinya konflik tanah plasma antara masyarakat Padang Jirat dengan PT. Tri Sangga Guna di Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat dan bagaimana proses konflik tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang dan proses terjadinya konflik tanah plasma antara masyarakat Padang Jirat dengan PT. Tri Sangga Guna di Nagari kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat ini. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian sejarah. Adapun beberapa tahapan dalam penulisanya yaitu: Pertama Heuristik adalah proses mencari dan mengumpulkan data dari sumber yang relevan, baik data primer maupun data skunder. Kedua Kritik Sumber yaitu menyeleksi sumber sesuai dengan kebutuhan penelitian. Ketiga Interpretasi yaitu menafsirkan dan menganalisis kembali terhadap data yang telah diperoleh. Dan Keempat historiografi merupakan cara penulisan, pemaparan hasil penelitian sejarah yang dilakukan dalam penyajian data dan hasil penelitian dalam bentuk karya Ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama Latar belakang terjadinya konflik diawali karena penyerahan tanah ulayat yang dilakukan oleh Ninik Mamak Padang jirat Nagari Kinali Kecamatan Kinali kepada pihak perusahaan PT. Tri Sangga Guna pada tahun 1989 dengan imbalan akan mendapatkan tanah plasma tetapi tanah plasma yang dijanjikan tidak direalisasikan. Perusahaan PT. Tri Sangga Guna telah memeliki sertifikat Hak Guna Usaha, di dalam Hak Guna Usaha yang dimiliki PT. Tri Sangga Guna tidak disebutkan tanah Ulayat melainkan tanah Negara. Hal ini menimbulkan pertentangan bagi masyarakat Padang Jirat. Kedua Pada tahun 1997 masyarakat Padang Jirat melakukan demo ke kantor PT. Tri Sangga Guna. tanggal 22 Juni 1998 dibuat surat perjanjian antara PT. Tri Sangga Guna dengan masyarakat Padang Jirat dengan janji akan diberikan tanah plasma setelah 48 bulan dari perjanjian. Janji yang diberikan perusahaan hanyalah tinggal janji, perjanjian dengan PT. Tri Sangga Guna tanggal 22 Juni 1998 dan PT. Laras inter Nusa tanggal 14 Desember 2012 hanya sekedar janji. Tanah plasma yang di janjikan sebagaimana dalam surat perjanjian 22 Juni 1998 dan 14 Desember 2012 kenyataannya tidak pernah terwujud. Masyarakat Padang Jirat hanya bisa memandang hijaunya lautan perkebunan kelapa sawit di atas tanah ulayat mereka dan tidak dapat memilikinya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > C Auxiliary sciences of history (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Devi
Date Deposited: 27 Mar 2019 05:01
Last Modified: 27 Mar 2019 05:01
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/5273

Actions (login required)

View Item View Item