Irzal Ilyas: Dari Seorang Pelaut Hingga Menjadi Walikota Solok (1983- 2015)

Winta, Yola Safitri (2016) Irzal Ilyas: Dari Seorang Pelaut Hingga Menjadi Walikota Solok (1983- 2015). Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11020081 - WINTA YOLA SAFITRI (SKRIPSI).pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (182kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (187kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (191kB)

Abstract

Skripsi ini mengkaji tentang Irzal Ilyas: Dari Seorang Pelaut Hingga Menjadi Walikota Solok (1983-2015). Penulisan ini dilakukan karena Irzal Ilyas merupakan seorang pemimpin dari Kota Solok. Dimana karir Irzal Ilyas berawal dari seorang Pelaut yang sama sekali tidak mengerti tentang politik dan birokrasi pemerintahan hingga akhirnya Irzal Ilyas berhasil menjadi pemimpin di Kota Solok selama dua periode. Dunia pelayaran sangat berbeda sekali dengan dunia pemerintahan. Akan tetapi, Irzal Ilyas berhasil menjadi seorang pemimpin dalam birokrasi pemerintahan. Hal inilah yang melatar belakangi penulisan tentang Biografi Irzal Ilyas dari seorang pelaut hingga menjadi Walikota Solok (1983- 2015). Penelitian ini bertujuan mengetahui perjalanan karir Irzal Ilyas dan prestasi yang diraihnya selama menjadi Walikota Solok. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan wawancara sebagai bagian dari sejarah lisan (oral history). Tahapan yang dilalui sama dengan tahapan dalam metode sejarah. Pertama heuristik yaitu pengumpulan data atau sumber. Metode pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu studi kepustakaan dan wawancara atau studi lapangan. Studi kepustakaan yaitu dengan mencari buku-buku, tulisan, artikel, koran, pengumpulan bahan-bahan tertulis berupa buku-buku, laporan penelitian, surat kabar dan skripsi yang berhubungan dengan penelitian dan dapat dilakukan pada beberapa Perpustakaan yaitu Perpustakaan STKIP PGRI, Perpustakaan Umum Kota Solok, Ruang baca jurusan sejarah, dan Kantor kearsipan Kota Solok. Wawancara dilakukan dengan para informan yang terdiri dari pihak keluarga, karib kerabat Irzal Ilyas, rekan kerja, dan tokoh masyarakat. Tahap kedua; kritik sumber yaitu melakukan pengujian terhadap data-data yang diperoleh melalui kritik intern dan ekstern. Tahap ketiga; analisa dan interpretasi yaitu tahapan menganalisis dan interprestasi data yang diperoleh di lapangan kemudian dikelompokkan berdasarkan sebab-akibat. Tahap keempat historiografi yaitu menyajikan hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah ( skripsi). Berdasarkan hasil temuan penelitian dapat diperoleh bahwa Irzal Ilyas berasal dari keluarga yang sangat sederhana.. Irzal Ilyas memulai karirnya sebagai seorang pelaut hampir 16 tahun, kemudian Irzal Ilyas menjadi Wakil Walikota Solok hingga akhirnya menjadi Walikota Solok. Selama menjadi Walikota Solok, Irzal Ilyas ingin memfokuskan pembangunan pada perbaikan kualitas kesejahteraan rakyat melalui pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur. Selama kepemimpinannya sebagai Walikota Solok telah banyak penghargaan yang didapatkan baik itu dari pemerintah provinsi maupun dari pemerintah pusat. Banyak juga pandangan negatif terhadap dirinya dari berbagai kalangan masyarakat dibalik prestasinya memimpin.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CT Biography
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sejarah
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 31 Dec 2018 03:25
Last Modified: 31 Dec 2018 03:25
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/4642

Actions (login required)

View Item View Item