Manajemen Konflik Antara Dinas Pasar Dengan Pedagang Kaki Lima (Studi: Di Pasar Raya Kota Padang Sumatera Barat

Melisa, Afrillia Fitri (2016) Manajemen Konflik Antara Dinas Pasar Dengan Pedagang Kaki Lima (Studi: Di Pasar Raya Kota Padang Sumatera Barat. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11070216-MELISA AFRILLIA FITRI (SKRIPSI).pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (183kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (190kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (189kB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai usaha sektor informal yang merupakan suatu fenomena kegiatan perekonomian rakyat kecil. Kehadiran PKL di satu sisi dibutuhkan oleh masyarakat karena harganya yang relatif lebih murah dibandingkan di pertokoan. Namun keberadaan PKL selain menguntungkan juga mendatangkan permasalahan baru ketika kegiatan para PKL dianggap sebagai kegiatan liar karena penggunaan ruang tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga mengganggu kepentingan umum. Berbagai persoalan yang terkait dengan masalah ketertiban tersebut ditangani oleh pihak pengelolaan pasar yaitu Dinas Pasar, sebagai pihak yang melakukan pengawasan terhadap PKL dalam berdagang. Tindakan penertiban itu merupakan salah satu sumber terjadinya konflik antara PKL dengan dinas pasar yang berawal dari ketidakpatuhan PKL dalam berdagang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik antara dinas pasar dengan pedagang kaki lima di Pasar Raya Kota Padang dan upaya-upaya yang dilakukan dalam memanajemeni konflik antara dinas pasar dengan pedagang kaki lima di Pasar Raya Kota Padang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konflik menurut Ralf Dahrendrof. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dangan tipe deskriptif. Pemilihan informan pada penelitin ini menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data berupa observasi non-participant, wawancara mendalam dan studi dokumen. Unit analisinya kelompok yaitu pedagang kaki lima dan dinas pasar. Analisis data digunakan dengan model analisis data interaktif (Milles dan Huberman) yang mencakup empat tahapan, yaitu (1) pengumpulan data (2) tahap reduksi data (3) tahap penyajian data (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa konflik antara Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan dinas pasar disebabkan karena beberapa faktor, yaitu; buka tidak tepat waktu dalam berdagang, melewati garis atau batas yang telah ditentukan, dan memperbesar tempat atau lapak berdagang. Sedangkan upaya manajemen konflik yang dilakukan yakni hadirnya pihak ketiga yaitu Satpol PP dengan tujuan untuk menangani konflik tersebut dengan cara memberi penyuluhan, penyuluhan yang diberikan dalam bentuk tindakan secara lisan atau tulisan. Penyuluhan secara lisan dilakukan pada saat kontak langsung dengan PKL bahwa PKL harus mengikuti atau mematuhi peraturan yang ada. Sedangkan secara tulisan dengan memberikan pengumuman melalui surat pemberitahuan tentang waktu usaha, tempat usaha, dan sarana yang digunakan. Kemudian mengkomunikasikan terhadap pelaksanaan kebijakan. Mengkomunikasikan dalam bentuk memperingati pihak dinas pasar agar tidak bertindak secara keras terhadap PKL.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 28 Dec 2018 10:12
Last Modified: 28 Dec 2018 10:12
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/4596

Actions (login required)

View Item View Item