Pola Asuh Anak di Panti Asuhan (Studi Kasus: Panti Asuhan Yatim-Miskin Muhammadiyah Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan)

Majlis Yanti Putri, Majlis (2016) Pola Asuh Anak di Panti Asuhan (Studi Kasus: Panti Asuhan Yatim-Miskin Muhammadiyah Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan). Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
12070114 MAJLIS YANTI PUTRI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (181kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (183kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (192kB)

Abstract

Keberadaan masyarakat berawal dari adanya keluarga, keluarga berkembang sehingga melahirkan suatu komunitas yang besar. Keluarga adalah suatu kesatuan kelompok sosial primer yang terkecil. Anggotanya terdiri dari atas orang tua (bapak, ibu) dan anak. Anak diasuh dan dibesarkan di dalam keluarga, namun karena kondisi lain, pengasuhan dialihkan kepihak lain seperti panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh anak oleh pengasuh di Panti Asuhan Yatim-Miskin Muhammadiyah Kurai Taji Kecamatan Pariaman Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Struktural Fungsional Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif analitis Teknik yang digunakan dalam pemilihan informan adalah purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yakni: 3 orang pengurus panti asuhan, 7 anak-anak yang tinggal di panti asuhan dan salah satu masyarakat yang tinggal disekitar panti asuhan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi mendalam, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan model analisis data interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh di panti asuhan lebih dominan menggunakan pola asuh demokratis dari pada pola asuh otoriter dan pola asuh permisif. Kepala dan pengasuh di panti asuhan dalam mengawasi setiap tindak tanduk yang dilakukan oleh anak menggunakan diskusi, penjelasan dan alasan-alasan yang membantu anak agar mengerti mengapa ia diminta untuk mematuhi suatu aturan. Hal ini dikarenakan supaya anak lebih merasa dihargai dan agar anak tidak menjadi benci kepada pengasuh dikarenakan aturan yang bersifat terlalu otoriter. Sementara pola asuh otoriter dan pola asuh permisif digunakan hanya dalam beberapa kegiatan saja. Kata Kunci: Pola Asuh, Anak, Panti Asuhan

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 20 Dec 2018 05:08
Last Modified: 20 Dec 2018 05:08
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/4321

Actions (login required)

View Item View Item