Akulturasi Budaya pada Masyarakat Etnis Minangkabau dengan Masyarakat Etnis Jawa di Jorong Koto Agung Kanan Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung I Blok B Kabupaten Dharmasraya

Wiwit Tria, Wiwit (2016) Akulturasi Budaya pada Masyarakat Etnis Minangkabau dengan Masyarakat Etnis Jawa di Jorong Koto Agung Kanan Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung I Blok B Kabupaten Dharmasraya. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
12070069 WIWIT TRIA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (182kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (188kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (184kB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kedatangan berbagai etnis kesuatu wilayah yang membawa berbagai macam budaya, adat serta tradisi yang berbeda, masyarakat yang berbeda budaya tersebut hidup dalam suatu lingkungan yang sama dengan perbedaan budaya yang sangat menonjol, akan tetapi perbedaan tersebut tidak lah menimbulkan konflik diantara mereka, melainkan yang terjadi adalah pembauran/ akulturasi dalam masyarakat tersebut.Tujuan penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk akulturasi budaya pada masyarakat etnis Minangkabau dengan masyarakat etnis Jawa di Jorong Koto Agung Kanan Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung I Blok B Kabupaten Dharmasraya. Teori yang digunakan adalah teori kebudayaan menurut Barth. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dangan tipe deskriptif. Informan pada penelitian ini 12 orang yaitu masyarakat kedua belah etnis, perangkat Nagari Serta tokoh masyarakat sebagai informan pendukung. Pemilihan informan pada penelitin ini menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data berupa observasi (participant observation), wawancara mendalam dan studi dokumen. Unit analisinya kelompok. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis dua tahap dari Spradley. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, akulturasi budaya itu terjadi melalui arena-arena atau disebut juga dengan meltingpot, dimana masyarakat yang berbeda budaya mampu berinteraksi dan saling berbaur dengan baik melalui arena-arena tersebut, arena-arena tersebut adalah Pasar dan Lingkungan Pekerjaan, serta bentuk akulturasi kebudayaan dapat dilihat melalui kesenian yang ada pada daerah ini, dimana kesenian yang terdapat pada daerah ini sangat beragam seperti Reog, Tari piring, Silat, sehingga masing-masing etnis terus menjaga dan melestarikan kesenian yang mereka miliki, akulturasi terlihat pada bidang kesenian dimana masing-masing etnis mencampurkan kesenian mereka dalam acara-acara tertentu seperti penyambutan tamu dari luar kota atau lain sebagainya, dan keikutsertaan masyarakat untuk saling menjaga kebudayaan yang ada, misalnya orang Minangkabau ikut serta dalam kesenian Jawa dan begitu sebaliknya. Akulturasi yang terjadi pada bidang kesenian, masing-masing etnis saling mempergunakan kebudayaan yang ada di daerah ini tidak melihat apakah itu kesenian dari etnis Minangkabau ataupun dari etnis Jawa, mereka sama-sama mempelajari dan menerima budaya yang ada dengan baik tanpa menimbulkan konflik diantara mereka.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 19 Dec 2018 08:06
Last Modified: 19 Dec 2018 08:06
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/4252

Actions (login required)

View Item View Item