Persepsi Masyarakat Terhadap Perilaku Pacaran Remaja Di Nagari Aur Duri Surantih Kecamatan Sutera Pesisir Selatan

Lili Pormawita, Lili (2016) Persepsi Masyarakat Terhadap Perilaku Pacaran Remaja Di Nagari Aur Duri Surantih Kecamatan Sutera Pesisir Selatan. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11070254 LILI PORMAWITA (SKRIPSI).pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (181kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (246kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (391kB)

Abstract

Berpacaran adalah suatu hal yang normal terjadi antara pasanganpasangan, dalam proses berpacaran mereka saling mengerti, saling memperlihatkan watak masing-masing, menunjukan tipe kepribadian dan mulai mengerti tipe-tipe tabiat dasar. Namun perilaku pacaran dikalangan remaja saat ini sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai agama dan adat istiadat. Remaja tidak hanya menganggap penting pacaran sebagai bentuk eksistensi diri, tetapi juga pacaran kerap kali menjerumuskan remaja ke dalam prilaku-prilaku menyimpang yang menjurus ke gaya hidup seks pra nikah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan prilaku pacaran remaja serta persepsi masyarakat terhadap prilaku pacaran remaja di Nagari Aur Duri Surantih Kecamatan Sutera Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara mendalam dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif yaitu data yang diperoleh dilapangan disusun secara sistematis dan disajikan secara deskriptif sehingga dapat memberikan gambaran tentang masalah yang ada. Penelitian ini menggunakan teori Fenomonologi yang dikemukakan oleh Alfred Schutz. Gambaran yang akan dideskripsikan adalah prilaku pacaran remaja dan persepsi masyarakat terhadap prilaku pacaran remaja. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa prilaku pacaran remaja meliputi kencan biasa, bersentuhan, berciuman, bercumbu hingga sampai berhubungan kelamin. Adapun persepsi masyarakat terhadap prilaku pacaran remaja adalah, dari kalangan alim ulama menganggap pacaran sesuatu yang dilarang agama serta dianggap kelewat batas. Dari kalangan tokoh adat menganggap prilaku pacaran remaja melanggar norma serta prilaku pacaran remaja yang berbeda dibanding jaman dahulu. Sementara itu, dari kalangan orang tua remaja, dan kalangan masyarakat awam. Dalam menyikapi permasalahan ini, sebaiknya institusi keluarga mampu menjalankan fungsinya sebagai tempat memperoleh nilai-nilai agar para remaja pun mampu mengarahkan kegiatannya ke dalam hal yang lebih positif.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: syufiarni syufiarni
Date Deposited: 18 Dec 2018 06:21
Last Modified: 18 Dec 2018 06:21
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/4117

Actions (login required)

View Item View Item