Upaya Masyarakat Dalam Mengurangi Resiko Banjir Di RT 01 RW 07 Kelurahan Bungus Barat Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang.

Ratih, Rahayu (2016) Upaya Masyarakat Dalam Mengurangi Resiko Banjir Di RT 01 RW 07 Kelurahan Bungus Barat Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang. Sarjana thesis, STKIP PGRI SUMATERA BARAT.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
12030097 Ratih Rahayu (Skripsi).pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (263kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (181kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.docx

Download (21kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap, mengolah dan menganalisis upaya masyarakat dalam mengurangi resiko banjir serta pemeliharaan lingkungannya. Bencana banjir di RT 01 RW 07 Kelurahan Bungus Barat Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang. Dimana daerah ini sering kali terjadi banjir, yang disebabkan curah hujan yang cukup tinggi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, subjek penelitian ini melalui snowball sampling, data dikumpulkan melalui: 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Bapak Lurah Kelurahan Bungus Barat, sedangkan informan biasa adalah masyarakat yang merasakan dampak banjir di Kelurahan Bungus Barat sebanyak 15 orang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa: 1)masyarakat telah melakukan upaya mengurangi resiko banjir secara maksimal. Masyarakat mengaku mereka mengupayakan mengurangi resiko banjir dengan cara membuat tanggul air, membersihkan selokan, menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya agar tidak tersumbatnya aliran air pada sungai yang mengakibatkan banjir. Resiko banjir di daerah ini sangat berdampak pada pemukiman, area pertanian, perternakan dan sarana prasarana. Pemerintah juga memiliki peran dalam memperbaiki segala kerusakan yang di timbulkan, misalnya kerusakan jalanan umum, jembatan putus dan rusaknya sarana prasarana yang ada di daerah terkena banjir.2) Masyarakat melakukan kegiatan rutin membersihkan lingkungan seperti mengadakan gotong-royong sekali seminggu dan apabila telah terjadi banjir maka masyarakat hanya dapat membersihkan lingkungan rumah dan pekarangannya sendiri-sendiri. Dalam pemeliharaan lingkungan tidak ada peranan dari pemerintah setempat, paling tidak hanya himbauan agar masyarakat lebih memperhatikan keadaan dan kebersihan lingkungan, namun kegiatan membersihkan lingkungan ini rutin dilakukan masyarakat yang artinya sudah ada kesadaran dalam diri masyarakat akan pentingnya pemeliharaan lingkungan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Geografi
Depositing User: Devi
Date Deposited: 18 Dec 2018 04:51
Last Modified: 18 Dec 2018 04:51
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/4104

Actions (login required)

View Item View Item