Pengaruh Deterjen Berbahan Aktif Na-ABS Terhadap Daya Tetas Telur Ikan Lele (Clarias gariepinus L.)

Jofia, Annisa (2018) Pengaruh Deterjen Berbahan Aktif Na-ABS Terhadap Daya Tetas Telur Ikan Lele (Clarias gariepinus L.). Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (6kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Lengkap)
11010144 JOFIA ANNISA ok Flip.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Sejalan bekembangnya usaha budidaya ikan lele perlu didukung oleh penyediaan benih yang memadai baik secara kualitas. Oleh sebab itu, perlu dilakukan peningkatan teknik dalam pembenihan ikan lele. Dalam teknik pembenihan harus memperhatikan beberapa faktor dalam proses penetasan di antaranya kualitas air. Berdasarkan hal tersebut diperlukan adanya masukan mengenai pengaruh deterjen berbahan aktif Na-ABS terhadap daya tetas ikan lele (Clarias gariepenus L.), larva normal dan larva abnormal ikan lele (Clarias gariepenus L.). Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan lele (Clarias gariepenus L.) dan telur ikan lele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Tahap penelitian terdiri dari: uji pendahuluan, uji lanjut, persiapan materi telur ikan, uji utama, perhitungan daya tetas ikan, dan pengukuran variabel kualitas air. Perlakuan yang diberikan pada uji utama adalah pemberian deterjen terhadap ikan dengan konsentrasi 5.40 mg/L, 10.80 mg/L, 21.60 mg/L, 27.00 mg/L dan 37.80 mg/L dari nilai LC50 96 jam terhadap ikan lele (Clarias gariepenus L) adalah 34.40 mg/L. Data dalam penelitian tentang daya tetas, larva normal dan larva abnormal pada ikan lele dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut BNT. Dari penelitian didapatkan hasil rata-rata daya tetas telur ikan lele pada perlakuan kontrol (92%), 8.60 mg/L (85%), 17.20 mg/L (78%), 25.80 mg/L (69%) dan 34.40 mg/L (67%). Pada larva normal diperoleh jumlah larva normal tertinggi pada perlakuan kontrol (99%), sedangkan yang terendah pada perlakuan 34.40 mg/L (94.1%), untuk jumlah larva abnormal diperoleh hasil tertinggi pada perlakuan 34.40 mg/L (5,86%), sedangkan yang terendah pada perlakuan kontrol (1%). Dari hasil yang diperoleh pada analisis data dalam penelitian ini bahwa pemberian deterjen berbahan aktif Na- ABS dapat menurunkan daya tetas telur ikan lele, serta untuk larva normal dan larva abnormal pemberian deterjen berbahan aktif Na-ABS relatif tidak mempengaruhi morfologi larva ikan lele.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Q Science > QL Zoology
Divisions: Program Studi > Pendidikan Biologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 30 Jun 2018 03:25
Last Modified: 30 Jun 2018 03:25
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/37

Actions (login required)

View Item View Item