Dampak Tambang Obsidian Terhadap Bahaya Erosi di Nagari III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman.

Alfauzi, Alfauzi (2016) Dampak Tambang Obsidian Terhadap Bahaya Erosi di Nagari III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman. Sarjana thesis, STKIP PGRI SUMATERA BARAT.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
11030297 ALFAUZI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (256kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (260kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (264kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Tambang Obsidian Terhadap Bahaya Erosi di Nagari III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman dengan menganalisa, mengumpulkan, dan mengolah serta mendeskripsikan dampak tambang obsidian terhadap bahaya erosi yang disebabkan oleh: 1) Keadaan panjang lereng dan kemiringan lereng. 2) Curah hujan. 3) Kondisi fisik tanah berupa Tekstur, Struktur, permeabilitas, erodibilitas tanah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menerangkan, menggambarkan gejala-gejala, fakta-fakta, dan sifat pada daerah penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasinya adalah tambang obsidian di kanagarian III Koto Aur Malintang, yang menjadi sampelnya yaitu di Korong Padang Lariang, Durian Jantung, dan Batu Basa Nagari III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang. Teknik yang digunakan yaitu teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif selanjutnya dilanjutkan dengan cheking lapangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Panjang lereng di setiap titik sampel penelitian bervariasi antara 4m-20m dengan kriteria pendek - sedang, sedangkan Kemiringan lereng mencapai 40-50% dangan kriteria agak curam ‒ curam. 2) Rata-rata curah hujan rentang waktu 5 tahun (2008-2012) yang tertinggi terjadi pada bulan November dengan rata-rata 388,6 mm/bulan dan tahunan 3003,86 mm/tahun, berdasarkan perhitungan rumus Schmidt Ferguson curah hujan bulan basah dan bulan kering dengan hasil 0,625, dengan tipe iklim A kategori sangat basah. 3) tekstur tanah di lokasi tambang Durian Jantuang banyak mangandung pasir (88.87%), struktur tanah tambang Padang Lariang granular, permeabilitas tertinggi terjadi pada lokasi tambang Durian Jantuang 8.9 cm/jam dengan kriteria sedang, erodibilitas tanah tertinggi terdapat pada lokasi tambang Batu Basa dengan nilai K 2,03 kategori sangat tinggi. Jadi, lokasi penelitian berdampak terhadap bahaya erosi perlunya adanya tindakan dari pemerintah setempat dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penambangan yang baik untuk lingkungan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions: Program Studi > Pendidikan Geografi
Depositing User: Devi
Date Deposited: 16 Nov 2018 02:22
Last Modified: 16 Nov 2018 02:22
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/2826

Actions (login required)

View Item View Item