Fungsi Tradisi Bakatik Adat di Nagari Barung-Barung Balantai Kecamatan Koto IX Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan

Lailus, Liani (2017) Fungsi Tradisi Bakatik Adat di Nagari Barung-Barung Balantai Kecamatan Koto IX Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (175kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (13kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (90kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
12070054 LAILUS LIANI (SKRIPSI).pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian latar dibelakangi oleh adanya fungsi tradisi bakatik adat adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan sekali dalam setahun keberadaanya sebagai upacara melibatkan penampilan dari kelompok masyarakat. Tradisi bakatik adat dilaksanakan di pasar Barung-Barung Balantai di depan mesjid Nurul Ulum pada hari raya ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan fungsi tradisi bakatik adat bagi masyarakat Nagari Barung-Barung Balantai. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktural fungsional yang dikemukakan oleh Robert K Merton. Struktural Fungsional awal memusatkan perhatian pada fungsi sosial atau pada fungsi institusi tertentu saja. Menurut Merton Fungsional struktural memusatkan lebih dipusatkan pada fungsi sosial ketimbang pada motif individual. Menurut Merton fungsi didefenisikan sebagai konsekuensi yang diamati menimbulkan adaptasi atau penyesuaikan dari sistem tertentu. Selain itu Merton juga mempunyai konsep fungsi manifes (nyata) dan fungsi tersembunyi (laten). Kedua ini memberikan tambahan penting bagi analisis fungsional. Menurut pengertian sederhana, fungsi manifes adalah fungsi yang diharapkan sedangkan fungsi laten adalah fungsi yang tak diharapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi tidak terlibat (non-participan observation), wawancara mendalam dan studi dokumen. Kemudian yang menjadi unit analisisnya adalah kelompok atau individu. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan intraktif yang dikembangkan oleh Miles dan huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses dalam pelaksanaan tradisi bakatik adat ada tiga tahapan, 1). Pakaian acara bakatik adat, 2). Pelaksanaan bakatik adat pada hari raya idul fitri, 3). Proses pelaksanaan bakatik adat diarak-arak. Fungsi dari tradisi bakatik adat ini bagi masyarakat adalah: 1). Rasa kebersamaan masyarakat rantau dengan masyarakat yang tidak merantau 2).Menghormati masyarakat rantau, 3). Untuk memperkuat tali silahturahmi antar masyarakat rantau.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 08 Nov 2018 04:32
Last Modified: 08 Nov 2018 04:32
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/2725

Actions (login required)

View Item View Item