Pelaksanaan Fungsi Sosialisasi Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah di Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat

Arna, Dewi (2017) Pelaksanaan Fungsi Sosialisasi Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah di Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (8kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (12kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (12kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
11070286 ARNA DEWI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Sebaiknya atau idealnya keluarga inti tinggal ditempat tinggal yang sama (satu rumah) baik suami, istri dan anak sehingga fungsi keluarga bisa berjalan dengan baik. Jika sudah terjadi interaksi yang baik antar seluruh anggota keluarga maka perbedaan peran dan waktu. Kondisi yang terpisah juga akan berpengaruh pada pelaksanaan fungsi sosialisasi. Dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi, individu tentu harus mempunyai pekerjaan, serta harus mampu bekerja serta bersaing dengan individu lain, karena kita ketahui bersama bahwa pada saat ini khususnya di negara Indonesia masih banyak penduduk yang kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Di Nagari Koto Baru banyak keluarga yang tinggal terpisah karena tuntutan pekerjaan. Tujuan dari dilakukan penelitian ini adalah mendesripsikan gambaran keluarga pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah dan mendeskripsikan pelaksanaan fungsi sosialisasi pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah di Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional yang dikemukan oleh Talcott Parsons. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif tipe deskriptif, teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling (informan bertujuan) dimana informan ditetapkan secara sengaja oleh peneliti, jumlah informan berdasarkan kebutuhan dan kecukupan data penelitian, keakuratan data dengan analisis menggunakan teknik Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran keluarga pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah adalah kepala keluarga yang merantau yang berusia di bawah 50 tahun terdir dari 7 KK sedangkan yang berusia 50 tahun terdiri dari 1 KK. Pelaksanaan fungsi sosialisasi pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah tersebut yaitu: 1) Komunikasi, komunikasi yang dilakukan melalui perantara HP (handphone) untuk memperlancar komunikasi dengan orang yang berjauhan dengannya. 2) Mengajarkan nilai-nilai, a) Nilai agama, orang tua menanamkan nilai-nilai agama kepada anaknya dengan cara mengingatkan anaknya untuk selalu menjauhi segala larangannya dan mentaati segala perintahnya. b) Nilai kesopanan, keluarga mengajarkan nilai-nilai yang berlaku didalam masyarakat sehingga anak bisa membedakan mana nilai-nilai yang baik dan mana nilai-nilai yang buruk untuk dirinya. 3) Mengajarkan norma a) Norma adat istiadat, keluarga mengajarkan norma adat kepada anak-anaknya dengan ikut goro dan pergi melayat jika ada yang meninggal. b) Norma hukum, orang tua selalu mengingatkan kepada anaknya bahwa setiap tindakan yang dilakukan baik itu positif maupun negatif pasti ada konsekuensi dan hukumannya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 25 Oct 2018 03:00
Last Modified: 25 Oct 2018 03:00
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/2460

Actions (login required)

View Item View Item