Hati Nurani Tokoh dalam Novel Pulang Karya Tere Liye

Refvia, Jerita (2017) Hati Nurani Tokoh dalam Novel Pulang Karya Tere Liye. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (249kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (332kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (350kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
12080013 REFVIA JERITA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hati nurani tokoh yang memperlihatkan hati nurani seseorang tentang baik buruknya sikap dan perbuatan seseorang dan membuka kesadaran kita untuk bersikap baik terhadap seseorang.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hati nurani tokoh dalam novel Pulang karya Tere Liye. Penelitian ini difokuskan pada hati nurani dalam hidup sehari-hari yang diteliti adalah selalu mendengarkan dan mengikuti hati nurani, membiarakan hati nurani menjadi lebih kuat, jangan membiarkan otak dan menutupi hati nurani, mengalahkan kemalasan dan membiarkan hati nurani menjadi nahkoda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian ini adalah teks berupa kata-kata, kalimat, dan dialog yang terdapat hati nurani tokoh dalam novel Pulang karya Tere Liye. Sumber data penelitian ini adalah novel Pulang karya Tere Liye. Hasil penelitian ini terhadap hati nurani tokoh yang terdapat dalam novel Pulang karya Tere Liye adalah selalu mendengarkan dan mengikuti hati nurani, yaitu Bujang tidak tergoda dengan hal apapun walaupun banyak godaan yang menimpanya, membiarkan hati nurani menjadi lebih kuat yaitu Bujang terus berusaha dan gigih dalam setiap kegiatan yang Bujang lakukan, salah satunya dalam sebuah petarungan atau pertandingan, jangan membiarkan otak mengalahkan dan mengikuti hati nurani yaitu Bapak percaya pada dirinya kalau dekat dengan Tuhan akan membuat hati nuraninya menjadi kuat dan menjadi tenang. Walaupun keadaan Bapak tersebut tidak mengizikan, mengalahkan kemalasan dan membiarkan hati nurani menjadi nahkoda yaitu Bujang tetap teguh pada pendiriannya dan selalu ingat kepada Tuhan. Dengan mengingat Tuhan menjadikan semangat Bujang timbul kembali dan membuat hati nurani Bujang menjadi senang. Jadi dapat disimpulkan bahwa hati nurani tokoh dalam hidup sehari-hari yang paling dominan adalah menguatkan hati nurani menjadi lebih kuat karena dari empat macam hati nurani yang telah dikutip membiarkan hati nurani menjadi lebih kuat inilah yang banyak datanya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN2000 Dramatic representation. The Theater
Divisions: Program Studi > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Lela Nurlela
Date Deposited: 14 Nov 2018 06:44
Last Modified: 05 Jan 2019 04:28
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/1954

Actions (login required)

View Item View Item