Perkembangan agama Katolik di Kota Payakumbuh Tahun1967-2014

LENI, MARLINA (2017) Perkembangan agama Katolik di Kota Payakumbuh Tahun1967-2014. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (266kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (256kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (356kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
12020086 LENI MARLINA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang masuk dan perkembangnya agama Katolik di Kota Payakumbuh. Masuknya agama Katolik diawali dengan masuknya Belanda di Kota Payakumbuh di abad ke-19 yang ditandai berdirinya gereja San fran siskus di Payakumbuh Utara pada tahun 1933. Berkembangnya agama Katolik akibat kebijakan pemerintah yang melarang keberadaan agama, adat istiadat dan kepercayaan etnis Tionghoa di Indonesia pada tahun 1967, disamping itu usaha misionaris dalam menyebarkan agama Katolik juga merupakan titik awal berkembangnya agama Katolik di Kota Payakumbuh sejak tahun 1967. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penulisan sejarah. Metode ini terdiri dari empat langkah yakni, 1). Heuristik, pengumpulan data melalui wawancara dan telaah arsip untuk mendapatkan data primer, 2).Kritik Sumber, kritik intern digunakan untuk memahami keaslian data dan kritik ekstern untuk memahami faliditas data penelitian, 3). Analisis dan Interpretasi Data, melakukan pemilihan dan pembedahan fakta berdasarkan klasifikasi dan tujuan penelitian. 4). Historiografi, melakukan penulisan laporan penelitian. Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa masuknya agama Katolik di Kota Payakumbuh dimulai abad ke-19. Pada masa ini banyak tentara-tentara pribumi yang beragama Katolik didatangkan oleh Belanda dari wilayah pulau Jawa, Manado dan daerah Indonesia lainnya yang bertugas sebagai penjaga keamanan di wilayah Kota Payakumbuh. Berkembangnya agama Katolik pada tahun 1967, akibat dari lahirnya UU yang mengatur tentang keberadaan agama, adat istiadat dan kepercayaan etnis Tionghoa di Payakumbuh. Selain kebijakan pemerintah, usaha misionaris, perkembangan agama Katolik juga tidak terlepas dari di bangunnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kota Payakumbuh. Berdasarkan hal tersebut pada tahun 2014 penganut Katolik di Kota Payakumbuh telah berjumlah 831 jiwa.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Lela Nurlela
Date Deposited: 14 Nov 2018 07:15
Last Modified: 14 Nov 2018 07:15
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/1914

Actions (login required)

View Item View Item