Fungsi Ba Arak Bako Menggunakan Bendi dalam Upacara Perkawinan (Studi Kasus: Kecamatan Kuranji, Kota Padang)

Meri, Evriyanti (2017) Fungsi Ba Arak Bako Menggunakan Bendi dalam Upacara Perkawinan (Studi Kasus: Kecamatan Kuranji, Kota Padang). Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (186kB)
[img] Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (10kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (11kB)
[img] Text (Skripsi Lengkap)
12070102 MERI EVRIYANTI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Salah satu tradisi dalam perkawinan adat Minangkabau yaitu prosesi ba arak bako. Dalam ba arak bako terdapat beberapa cara, seperti jalan kaki, menggunakan mobil, menggunakan bendi. Bendi merupakan salah satu warisan budaya daerah yang memperkaya kebudayaan budaya nasional. Masih banyak masyarakat yang menggunakan bendi sebagai kendaraan dalam ba arak bako dalam upacara perkawinan, namun hal itu tidak merata ada di setiap daerah yang ada di Kota Padang. Masyarakat yang paling banyak menggunakan bendi dalam ba arak bako dalam upacara perkawinan adalah masyarakat yang tinggal di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme Struktural yang dikemukakan oleh Robert K. Merton. Merton mengelompokkan fungsi menjadi dua, yaitu fungsi manifest dan fungsi latent. Fungsi manifest yaitu apabila konsekuensi tersebut disengaja, dimaksudkan atau setidak-tidaknya diketahui. Fungsi latent yaitu apabila konsekuensi tersebut secara objektif ada tetapi (belum) diketahui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara snowballing. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi tidak terlibat (non-participant observasion), wawancara mendalam dan studi dokumen. Kemudian yang menjadi unit analisisnya adalah berupa kelompok. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga tahapan dalam ba arak bako menggunakan bendi, yang pertama menjemput anak daro (pengantin perempuan) dan marapulai (pengantin laki-laki) ke rumahnya, memasangkan pakaian anak daro di rumah induak bako, dan memasangkan pakaian marapulai di rumah orang tua marapulai dan mengarak kedua pengantin beserta keluarga bako ke rumah anak daro. Fungsi dari tradisi ini adalah (1) untuk mempererat hubungan antara bako dengan pengantin perempuan, (2) memperkuat silahturahmi antara bako dan pengantin perempuan, (3) untuk memperkenalkan pengantin laki-laki kepada pihak bako keluarga istri. Fungsi manifest dari ba arak bako menggunakan bendi ini adalah (1) untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa anak pisang dari bako tersebut telah resmi menjadi pasangan suami-istri, (2) menghargai ayah pengantin perempuan, (3) memperkuat persaudaraan antara bako dan pengantin perempuan, (4) meningkatkan rasa kebersamaan dalam keluarga bako dan fungsi latent dari ba arak bako menggunakan bendi ini adalah (1) untuk menunjukkan status sosial ekonomi bako, (2) meningkatkan harga diri pengantin wanita, (3) membanggakan bako, (4) mempererat jaringan sosial sesama kusir bendi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 26 Sep 2018 05:25
Last Modified: 26 Sep 2018 05:25
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/1786

Actions (login required)

View Item View Item