Kepadatan Populasi Ulat Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera Hubner) Pada Tanaman Jagung di Desa Padang Tinggi Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman

Romi, Nasrial (2017) Kepadatan Populasi Ulat Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera Hubner) Pada Tanaman Jagung di Desa Padang Tinggi Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (115kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Lengkap)
12010050 ROMI NASRIAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Populasi Ulat Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera) pada tanaman jagung dapat menurunkan hasil produksi. Ulat ini paling banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman jagung. Berdasarkan data dari UPTD Kecamatan Tigo Nagari pada tahun 2014, dengan luas area 1536 hektar produksi jagung sebanyak 6680 ton dan pada tahun 2015 dengan luas area lebih luas yaitu 1695 hektar, produksi jagung hanya 6710 ton. Rata-rata produksi tahun 2014 ± 4 ton/ha, dan tahun 2015 turun menjadi ± 3 ton/ha. Sehubungan dengan hal tersebut telah dilakukan penelitian tentang kepadatan populasi Helicoverpa armigera pada tanaman jagung di Desa Padang Tinggi Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2016 dengan metode deskriptif dan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling. Sampel diambil pada tanaman umur 43, 50 dan 57 hari setelah tanam, kemudian masing-masing umur diambil sampel sebanyak 500 batang jagung secara acak. Sampel larva H. armigera diambil tongkol yang ada bekas gerekan. Faktor fisik lingkungan yang diukur adalah suhu dan kelembaban. Dari penelitian didapatkan kepadatan populasi H. armigera yaitu 0,17 individu/batang. Kepadatan populasi ulat tertinggi terdapat pada tanaman jagung berumur 50 dan 57 hari setelah tanam, yaitu 0,22 dan 0,20 individu/batang, sedangkan kepadatan populasi ulat terendah pada tanaman jagung berumur 43 hari setelah tanam yaitu 0,10 individu/batang, kemudian suhu dan kelembaban yang didapatkan sudah termasuk kedalam kisaran untuk kehidupan larva H. armigera.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Q Science > QK Botany
Q Science > QL Zoology
Divisions: Program Studi > Pendidikan Biologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 30 Aug 2018 03:22
Last Modified: 30 Aug 2018 03:22
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/1496

Actions (login required)

View Item View Item