Analisis Difusi Covid-19 Tahun 2020

Silvia, Wulandari (2020) Analisis Difusi Covid-19 Tahun 2020. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
SILVIA WULANDARI 16030044 SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
BAB V PENUTUP.pdf

Download (140kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (264kB) | Preview

Abstract

Penyakit Virus Corona (Covid-19) Tahun 2020 merebak virus baru coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) yang penyakitnya disebut Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Virus ini ditemukan di Wuhan, China pertama kali dan sudah menginfeksi 90.308 orang per tanggal 2 Maret 2020. Sumber host diduga berasal dari hewan terutama kelelawar, dan vektor lain seperti tikus bambu, unta dan musang. Gejala umum berupa demam, batuk dan sulit bernapas. Sindrom klinik terbagi menjadi tanpa komplikasi, pneumonia ringan dan pneumonia berat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana distribusi Covid-19 berdasarkan yang postif dan yang meninggal, Untuk mengetahui bagaimana tipe Difusi Covid-19 dan faktor yang mempengaruhi Covid-19 Tahun 2020 berdasarkan Iklim (Letak Wilayah). Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, populasi dan sampel yang digunakan adalah negara-negara terdampak Covid-19 di dunia, data yang digunakan adalah data sekunder dan teknik analisis data yang digunakan adalah: analisis spasial, analisis deskriptif dan analisis difusi. Hasil penelitian, Untuk melihat pola tipe Difusi kasus Covid-19 ini, Tipe nya adalah Ekspasi. Tipe Ekspansi adalah tipe menjalar/menular (contagious diffusion) dan fenomenanya yang ada memiliki sebuah sumber awal kemudian terjadi penyebaran keluar, kewilayah yang baru tanpa meninggalkan sumber aslinya. Dilihat dari Distibusi Spasial persebaran pasien Covid-19 dari bulan Januari- September yang Pasien Meninggal dunia Jumlah Kasus yang tertinggi terdapat di Benua Eropa sebanyak 360.144 (37%) Jiwa dan Berdasarkan Jumlah Pasien yang Positif yang tertinggi terdapat di Benua Asia Sebanyak 8.802.913 (28%) Jiwa. Dan jika dilihat dari segi Faktor yang mempengaruhi Pola Difusi Covid-19 berdasarkan Jumlah penduduk, dimana dari jumlah kasus kematian tidak ada pengaruhnya terhadap Covid-19. lain dari kasus yang Positif Covid-19 dimana jumlah penduduk berpengaruh terhadap Covid-19 jika dilihat semakin tinggi jumlah penduduk semakin banyak yang terkena Covid-19 tersebut. Serta di lihat dari Letak wilayah berdasarkan Iklim dimana kasus yang tetinggi Kematian akibat Covid-19 yang paling banyak terdapat di negara yang Beriklim Subtropis Sebanyak 327840 (63%) Jiwa dan di lihat dari Jumlah yang Pasitif Covid-19 yang paling tertinggi terapat di Negara-negara yang beriklim Tropis yaitu sebanyak 13843713 (45%) Jiwa. Kata Kunci : Covid-19, Analisis spasial, difusi,faktor mempengaruhi persebaran

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Program Studi > Pendidikan Geografi
Depositing User: Novi Novi Fitri Ani
Date Deposited: 27 Apr 2021 02:21
Last Modified: 27 Apr 2021 02:21
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/12081

Actions (login required)

View Item View Item