Bahasa Tangsi di Kecamatan Lembah Segar, Barangin, dan Talawi Kota Sawahlunto 2008-2015

Fitra, Hadi Handoko (2020) Bahasa Tangsi di Kecamatan Lembah Segar, Barangin, dan Talawi Kota Sawahlunto 2008-2015. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img] Text (Skripsi Lengkap)
SKRIPSI (Fitra Hadi Handoko 14020075).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19MB)
[img]
Preview
Text (Abstrak)
ABSTRAK (Fitra Hadi Handoko 14020075).pdf

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
BAB IV (Fitra Hadi Handoko 14020075).pdf

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA (Fitra Hadi Handoko 14020075).pdf

Download (126kB) | Preview

Abstract

Adapun rumusan masalah dalam kajian skripsi ini meliputi tentang Latar Belakang Keberadaan Bahasa Tangsi, Perkembangan Bahasa Tangsi dari Tahun 2008-2018, dan Peran Masyarakat Penuturnya dalam Melestarikan Bahasa Tangsi di Kecamatan Lembah Segar, Barangin dan Talawi Kota Sawahlunto 2008-2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan Latar Belakang Keberadaan Bahasa Tangsi, Perkembangan Bahasa Tangsi dari Tahun 2008-2018 dan Peran Masyarakat Penuturnya dalam Melestarikan Bahasa Tangsi di Kecamatan Lembah Segar Barangin, dan Talawi Kota Sawahlunto dari Tahun 2008-2018 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian sejarah yakni dengan cara sebagai berikut: Pertama, Heuristik adalah tahap untuk mengumpulkan sumber-sumber seperti literatur, dokumen, arsip dan hasil wawancara. Kedua, Kritik Sumber adalah Tahap pengujian sumber-sumber/data-data yang telah dikumpulkan. Ketiga, Interpretasi adalah tahap untuk menganalisa dan menghubungkan data-data atau sumber yang ditemukan dengan fakta yang sebenarnya. Keempat, Historiografi adalah penulisan hasil penelitian dalam bentuk tulisan ilmiah yang sesuai dengan penulisan sejarah. Hasil Penelitian ini adalah menunjukkan bahwa Bahasa Tangsi di latar belakangi oleh Pertambangan yang mulai beroperasi pada tahun 1892. Selain pertambangan, juga ada Orang Rantai dan Buruh Tambang, tidak hanya itu tempat yang disebut Tangsi/Tansi juga menjadi cikal bakal terbentuknya Bahasa Tangsi. Perkembangan Bahasa Tangsi pada Tahun 2008 yakni Pementasan kembali tonel Sawahlunto. Tahun 2009, adanya Focus Grup Discussion. Tahun 2010, di terbitkannya Kamus Bahasa Tangsi Kota Sawahlunto. Tahun 2018, Bahasa Tangsi ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Peran Penuturnya dalam melestarikan yakni melalu a). Kehidupan sehari-hari, b). Kamus Bahasa Tangsi, c). Sanggar Seni, d). Pelombaan dan e). lagu yang liriknya menggunakan Bahasa Tangsi. Selain itu juga ada pandangan di mata tokoh masyarakat mengenai Bahasa Tangsi di Kecamatan Lembah Segar, Barangin dan Talawi yakni Penggiat Budaya dan Tokoh Budaya. Berdasarkan hasil Penelitian di atas dapat disimpulkan bahwasanya Bahasa Tangsi ini terus hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat dari tahun ke tahun, Masyarakat terus melestarikan budaya peninggalan zaman kolonial Belanda ini dalam kehidupannya. Berarti telah membuktikan adanya Bahasa Tangsi tersebut di Kota Sawahlunto.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Novi Novi Fitri Ani
Date Deposited: 27 Apr 2021 01:41
Last Modified: 27 Apr 2021 01:41
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/12076

Actions (login required)

View Item View Item