Faktor Penyebab Tidak Berlanjutnya Pembangunan Sarana Air Bersih Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Di Desa Mongan Poula, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai

Lukius, Jorot (2017) Faktor Penyebab Tidak Berlanjutnya Pembangunan Sarana Air Bersih Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Di Desa Mongan Poula, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (119kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Lengkap)
13070113 LUKIUS JOROT ok.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena tidak berlanjutnya pembangunan sarana air bersih yang dikelolah oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP), sementara Desa Mongan Poula merupakan salah satau desa yang ketersediaan air bersihnya sangat terbatas. Dengan adanya program ini berharap masyarakat dapat terbantu dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih dalam rumah tangga sehari-harinya. Namun harapan dan mimpi masyarakat tidak dapat tercapai, karena pembangunan sarana air bersih ini dikatakan gagal dan tidak berlanjut pembangunannya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan Faktor Penyebab Tidak Berlanjutnya Pembangunan Sarana Air Bersih di Desa Mongan Poula, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. 2) Mendeskripsikan Upaya Yang Dilakukan Oleh Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Untuk Kebutuhan Rumah Tangga Mereka. Teori yang digunakan adalah teori struktural fungsional yang dipelopori oleh Robert King Kamerton. Pendekatana yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini adalah 16 orang. Jenis data yang digunakan berupa data primer, dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kelompok. Dengan model analisis data interaktif (Miles dan Huberman). Faktor pengahambat pembangunan terdiri atas 3 hal yaitu: 1. pemilihan tenaga kerja dalam pembangunan, 2. Sistem pengelolaan keuangan yang tidak jelas, dan 3. Pengadaan bahan-bahan bagunan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Usaha yang dilakukan masyarakat dalam kesulitannya mendapatkan air adalah: 1. Membuat bak penampungan air hujan (PAH) di dalam rumah mereka,salah satu upaya dalam memperoleh air bersih dariair hujan yang ditampung dalam bak penampungan, 2. Menggunakan air sumur galian yang disaring, sumur yang ada dirumah masyarakat airnya disaring untuk mendapatkan air bersih jika hujan tidak turun, dan 3. Mengandalkan sumber mata air sebagai tempat terakhir bagi masyarakat untuk mendapatkan air bersih kebutuhan rumah tangga mereka, mata air yang menjadi tempat pengaduan terakhir masyarakat jika kemarau sudah berada dalam jangka waktu 2-3 minggu.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 07 Aug 2018 09:47
Last Modified: 07 Aug 2018 09:47
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/1157

Actions (login required)

View Item View Item