Modal Sosial Petani dalam Mendapatkan Pupuk di Nagari Aua Kuniang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat”,

Opi, Irma Dewi (2017) Modal Sosial Petani dalam Mendapatkan Pupuk di Nagari Aua Kuniang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat”,. Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (11kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (202kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Lengkap)
13070092 OPI IRMA DEWI ok.pdf
Restricted to Registered users only

Download (843kB)

Abstract

Petani pada dasarnya sangat bergantung dan membutuhkan pupuk untuk kegiatan produksi pertaniannya. Idealnya ketika petani hendak membeli pupuk, maka dia harus mempunyai uang terlebih dahulu untuk kegiatan transaksi jual belinya dengan pemilik kios pupuk, namun pada kenyataannya, tidak semua petani memiliki kemampuan untuk membeli pupuk secara tunai, tetapi banyak dari petani ini yang bias mendapatkan pupuk tanpa dibeli terlebih dahulu dan dibayar belakangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan modal sosial yang dimiliki petani jagung dalam mendapatkan pupuk di Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Untuk menjelaskan permasalahan penelitian ini teori yang digunakan adalah teori Social Capital oleh Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling dengan informan sebanyak 22 orang. Motode pengumpulan data menggunakan observasi non participant, wawancara mendalam dan studi dokumen. Unit analisisnya adalah individu. Analisis data menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Milles danHuberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modal social petani dalam mendapatkan pupuk di Nagari Aua Kuniang ini adalah dengan menggunakan empat unsur pokok dalam modal social yaitu, 1) Keterikatan dalam nilai dan norma, 2) Saling mempercayai (trust) antara petani dan pemilik kios pupuk, rasa percaya timbul karena petani jagung dan pemilik kios melakukan pembentukan ikatan pelanggan dengan mempertimbangkan tingkat saling mempercayai yang dimiliki selama ini, serta ikatan pelanggan yang terjalin antara keduanya dapat memudahkan pembentukan hubungan baru dengan pihak lain dan adanya hubungan atau kekuatan relasi yang dimiliki petani jagung karena keanggotaannya dalam suatu kelompok keluarga. 3) Jaringan/network Pembentukan ikatan pelanggan dapat diprakarsai oleh kedua belah pihak, baik penjual maupun pembeli. Kedua pihak akan melakukan pembentukan ikatan pelanggan dengan mempertimbangkan tingkat kepercayaan yang dimiliki selama ini dan tingkat keuntungan yang akan diraih dimasa akan datang. 4)Hubungan timbale balik/reciprocal, hubungan timbale balik yang terdapat dalam modal sosial merujuk pada sikap keperdulian sosial yang tinggi, saling membantu dan saling memperhatikan antara petani jagung dengan pemilik kios pupuk tersebut.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 07 Aug 2018 08:38
Last Modified: 07 Aug 2018 08:39
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/1149

Actions (login required)

View Item View Item