Pungutan Liar Yang Dilakukan Masyarakat Terhadap Sopir Truk (Studi Kasus: Masyarakat Lakuak Kelurahan Batu Gadang Kecamatann Lubuk Kilangan Kota Padang)

Ramona, Vanella (2017) Pungutan Liar Yang Dilakukan Masyarakat Terhadap Sopir Truk (Studi Kasus: Masyarakat Lakuak Kelurahan Batu Gadang Kecamatann Lubuk Kilangan Kota Padang). Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (13kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Lengkap)
13070061 RAMONA VANELLA ok.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pungutan liar yang dilakukan masyarakat terhadap sopir truk. Pungutan liar (Pungli) adalah pungutan yang dilakukan oleh pribadi oknum-oknum tertentu yang tujuannya untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri atau kelompok mereka tersebut. Berdasarkan hasil observasi, aksi pungutan liar oleh masyarakat terhadap sopir truk ini terjadi di Kampung Lakuak Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan. Biaya pungutan sebesar 3000 sampai 5000 per mobil. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor penyebab masyarakat melakukan pungutan liar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktural fungsional yang dijelaskan oleh Talcott Parsons. Struktural fungsional Talcott Parson ini akan dimulai dengan empat fungsi penting untuk semua sistem yang harus dipenuhi oleh sistem sosial dikenal dengan skema AGIL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan tipe deskriptif. Metode pengumpulan data adalah melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Wawancara dilakukan dengan sebanyak 15 orang, informan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Model analisis data yaitu melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab masyarakat melakukan pungutan liar yaitu: 1. Faktor kekuasaan, 2. Faktor ekonomi, 3. Faktor lemahnya kontrol sosial. Dilihat dengan menggunakan teori struktural fungsional dapat diketahui bahwa tidak berfungsi keempat skema AGIL dengan baik di dalam struktur yang ada di masyarakat sehingga, masih berjalannya aksi pungutan liar. Tidak adanya aturan serta arahan dari LPM, lurah dan ninik mamak tentang pungutan liar.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 07 Aug 2018 05:40
Last Modified: 07 Aug 2018 05:40
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/1137

Actions (login required)

View Item View Item