Persepsi Warga Kampus terhadap Peraturan mengenai Penetapan Kawasan Tanpa Rokok (STKIP PGRI Sumatera Barat)

Fitri, Ratna Sari (2017) Persepsi Warga Kampus terhadap Peraturan mengenai Penetapan Kawasan Tanpa Rokok (STKIP PGRI Sumatera Barat). Sarjana thesis, STKIP PGRI Sumatera Barat.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Kesimpulan)
Kesimpulan.pdf

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (193kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Lengkap)
12070009 FITRI RATNA SARI oke.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena jika kita terapkan teori paradigma dalam menelaah aspek hukum, mestinya dipertimbangkan ketika suatu hukum harus dibuat, diperbaiki, diterapkan atau ditegakkan. Sehingga sebelum mewujudkan peraturan tentang penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kampus memerlukan pertimbangan dari persepsi warga kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi warga kampus terhadap peraturan mengenai penetapan KTR di STKIP PGRI Sumatera Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Persepsi. Sedangkan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Adapun informan diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah Informan adalah 30 orang terdiri darimahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Jenis data adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara: (1) observasi, (2) wawancara. Sementara itu, unit analisis data yang digunakan adalah individu dengan analisis data Miles & Huberman yang terdiri dari tahap reduksi, penyajian data atau analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Persepsi warga kampus terhadap peraturan mengenai penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di STKIP PGRI Sumatera Barat; (1) landasan dan acuan untuk kawasan tanpa rokok dengan beberapa harapan yaitu diperjelas dan dipertegas area mana saja yang merupakan kawasan tanpa rokok, dan disertai sanksi, (2) menjaga kesehatan dan kenyamanan warga kampus dari asap dan putung rokok, (3) mewujudkan suasana tertib, suasana akademik lebih terasa, kegiatan akademik maupun non akademik berjalan lancar, (4) membuat sekat antara kawasan tanpa rokok dan kawasan boleh merokok, sehingga terlihat ada pemisah antara dua area tersebut, (5) penyuluhan dilakukan secara berkelanjutan, sosialisasi memerlukan penyuluhan mengenai bahaya rokok dan kawasan tanpa rokok dalam periode (misal satu atau dua tahun sekali). Selanjutnya dampak sosialisasi sebagai penetapan kawasan tanpa rokok di STKIP PGRI Sumatera Barat sosialisasi berupa spanduk, poster dan sticker (1) warga kampus menegur warga kampus yang merokok sembarangan di kawasan tanpa rokok agar mematikan rokok, orang-orang terdekat atau yang sudah dikenal saja. Namun terdapat juga tenaga kependidikan dan dosen yang menegur warga kampus yang melanggar kawasan tanpa rokok walaupun tidak saling kenal, (2) meskipun telah ada sosialisasi, warga kampus tidak menegur dan tidak saling mengingatkan warga kampus yang merokok sembarangan di kawasan tanpa rokok.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Program Studi > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Siska Maiyuni
Date Deposited: 02 Aug 2018 06:03
Last Modified: 02 Aug 2018 06:03
URI: http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/1041

Actions (login required)

View Item View Item